Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mau Disuntik Booster? Ini Efek Samping Pfizer vs Moderna

Pada dasarnya, efek samping berfungsi sebagai indikasi reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 23 November 2021  |  17:30 WIB
50 Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster menggunakan vaksin Moderna - Twitter Kemenkes RI
50 Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster menggunakan vaksin Moderna - Twitter Kemenkes RI

Bisnis.com, JAKARTA – Pfizer dan Moderna saat ini tengah mendominasi booster di Indonesia. Berdasarkan Data Vaksinasi Covid-19 per tanggal 22 November 2021, sebanyak 1.211.482 orang yang telah mendapatkan suntikan booster. 

Bagi Anda yang akan menerima dosis ketiga ini mungkin akan waspada terhadap kemungkinan efek samping yang diberikan. Sama seperti dosis satu dan dua, booster juga dilaporkan memberikan gejala ringan hingga sedang.

Efek Samping Dari Dosis Ketiga Pfizer

Sebelum diluncurkan, Pfizer dan BioNTech melakukan uji klinis efek booster terhadap manusia. Berdasarkan analisis data dari peserta yang mendaftar dalam uji coba, efek samping yang paling umum adalah rasa sakit di tempat suntikan. Efek samping ini dilaporkan oleh sekitar 83 persen dari peserta. 

Efek samping lain yang sangat umum adalah kelelahan (63,7 persen dari peserta) dan sakit kepala (48,4 persen). Efek samping lain yang dilaporkan oleh lebih sedikit dari peserta adalah nyeri otot dan menggigil. Sementara itu, yang paling sedikit dilaporkan adalah nyeri sendi, diare, muntah, dan demam. 

Dalam uji coba Pfizer juga mendapatkan bahwa orang dewasa berusia 65 tahun ke atas cenderung tidak mengalami gejala seperti flu dan efek samping lain. Berbeda dengan individu berusia 18 hingga 55 tahun. 

Pada dasarnya, efek samping berfungsi sebagai indikasi reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin. Orang dewasa yang lebih tua memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah sehingga tubuh mereka cenderung tidak mendapatkan respon kekebalan tubuh. 

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top