Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boris Johnson Sebut COP26 Terancam Gagal, Mengapa?

PM Inggris Boris Johnson mengimbau berbagai negara untuk bersama-sama bertindak menghalau kegagalan COP26.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 November 2021  |  07:51 WIB
Boris Johnson Sebut COP26 Terancam Gagal, Mengapa?
PM Inggris Boris Johnson berjalan di luar kediamannya di Downing Street, London, Inggris, Rabu (18/8/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 berpotensi gagal karena sejumlah negara masih belum memberikan target yang cukup untuk mengendalikan kenaikan suhu Bumi agar tetap di bawah 1,5 derajat Celsius.

Johnson memperingatkan bahwa target yang belum cukup tersebut mampu membawa konsekuensi mengerikan bagi Bumi. Dia juga mengatakan bahwa janji dari negara-negara untuk menurunkan emisi harus lebih kuat.

"Negara-negara yang paling bertanggung jawab atas emisi masa lalu dan sekarang masih belum melakukan tindakan yang sesuai. Jika kita ingin mencegah COP26 gagal, maka itu [target pengurangan emisi] harus berubah, dan saya tekankan, jika pertemuan di Glasgow gagal maka semuanya akan gagal. Paris Agreement akan hancur di menit pertama," kata Johnson seperti dikutip TheGuardian.com Selasa (2/11/2021).

Johnson juga mengimbau berbagai negara untuk bersama-sama bertindak menghalau kegagalan COP26.

"(Jika melihat posisi) di mana kita berdiri hari ini, tidak ada kemungkinan kita [dapat] menghentikan perubahan iklim minggu depan," kata Johnson saat berbicara dalam KTT G20 di Roma.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak ada kesempatan lagi untuk mencapai kesepakatan membatasi perubahan iklim di angka 1,5 derajat pada minggu depan.

"Apa yang mungkin kita bisa lakukan ialah jika semua orang bertindak bersama-sama, apa yang bisa kita lakukan ialah membuat kesepakatan, yang berarti bahwa COP26 di Glasgow akan menjadi titik pemberhentian yang memungkinkan kita untuk mengakhiri perubahan iklim," ujarnya.

Komentar itu muncul setelah Johnson gagal membujuk Presiden China Xi Jinping untuk meningkatkan komitmen negara itu untuk mengurangi emisi karbonnya. China sendiri merupakan salah satu negara yang menyumbang emisi terbesar secara global.

Sebagai tuan rumah COP26, Inggris memiliki peran penting dalam mendorong dan menegosiasikan janji penurunan emisi dari hampir 200 negara.

Namun, hal ini cukup sulit dilakukan mengingat negara berkembang berpendapat bahwa negara maju memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mengurangi emisi, sebab mereka menjadi penyebab emisi masa lalu dan mendapatkan keuntungan dari itu.

COP26 sendiri merupakan acara pertemuan berbagai negara untuk membahas masalah perubahan iklim. COP26 dilakukan pada 31 Oktober sampai 12 November 2021 di Glasgow, Inggris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perubahan iklim emisi karbon Boris Johnson
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top