Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantan Menlu AS Colin Powell Meninggal karena Covid-19

Ketika dilantik sebagai mantan Menteri Luar Negeri Presiden George Bush pada tahun 2001, Colin Powell menjadi orang kulit hitam pertama dalam sejarah AS yang menjabat peran tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Oktober 2021  |  21:29 WIB
Colin Powell.  - state.gov
Colin Powell. - state.gov

Bisnis.com, JAKARTA — Bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Jenderal Colin Powell meninggal dunia hari ini, Senin, (18/10/2021) karena Covid-19. Menurut keluarganya, Powell meninggal di usia 84 tahun.

"Dia sudah divaksinasi Covid-19 penuh. Kami ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh staf di Walter Reed National Medical Center karena telah merawat dengan baik. Kami kehilangan sosok suami yang tercinta, ayah, kakek dan seorang warga Amerika yang luar biasa," menurut pernyataan resmi keluarga Powell, mengutip Tempo, Senin (18/10/2021).

Ketika dilantik sebagai mantan Menteri Luar Negeri Presiden George Bush pada tahun 2001, Colin Powell menjadi orang kulit hitam pertama dalam sejarah AS yang menjabat peran tersebut. Saat itu, ia juga menjadi pejabat kulit hitam dengan peringkat tertinggi dalam sejarah AS.

Meskipun awalnya menentang operasi militer, Colin Powell telah dituduh menyesatkan publik menjelang invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003. Saat itu ia berusaha membangun dukungan internasional.

Selain itu, Powell adalah jenderal bintang empat yang berperan penting dalam membentuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat selama beberapa dekade. Dia menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional pada masa kepemimpinan Presiden Ronald Reagan 1987–1989. Ia juga tercatat sebagai Kepala Staf Gabungan di bawah mantan Presiden George HW Bush pada 1989.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top