Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Catat Tagihan Bunga BLBI Bank Danamon Rp5,3 Triliun

Bank Indonesia masih mencatat adanya tagihan bunga fasilitas saldo debet Bank Indonesia kepada eks BTO PT BDI sebesar Rp5,32 triliun.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 07 September 2021  |  11:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberian bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) masih menyisakan sejumlah beban. Salah satu tunggakan yang belum tuntas adalah penyelesaian tagihan bunga fasilitas saldo debet (FSD) eks BTO Bank Danamon Indonesia.

Seperti diketahui, pada tahun 1998/1999 Bank Indonesia telah memberikan BLBI kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas pada saat terjadinya krisis moneter tahun 1998 di Indonesia sebesar Rp144,5 triliun.

Sebagai tindak lanjut Persetujuan Bersama antara Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan tanggal 6 Februari 1999, telah dilakukan pengalihan BLBI posisi tanggal 29 Januari 1999 dari Bank Indonesia kepada pemerintah sebesar Rp144,5 triliun.  

Mekanisme pembiayaannya dilakukan dalam skema pemerintah menerbitkan Surat Utang SU-001/MK/1998 sebesar Rp80 triliun dan  SU-003/MK/1999 sebesar Rp64,5 triliun.

Laporan keuangan Bank Indonesia tahun 2020 menyebutkan bahwa dari total BLBI Rp144,5 triliun, termasuk di dalamnya fasilitas saldo debet (FSD) sebesar Rp54,4 triliun.

Adapun jumlah FSD tersebut terdapat FSD eks bank take over (BTO) PT Bank Danamon Indonesia (PT BDI) yang terdiri dari PT Bank Danamon Tbk, PT Bank PDFCI Tbk, dan PT Bank Tiara Asia Tbk, senilai Rp20,1 triliun.

“Terhadap FSD tersebut terdapat beban bunga FSD sebesar Rp5,3 triliun,” ungkap BI yang dikutip Bisnis, Selasa (7/9/2021).

Bank Sentral dalam laporan itu menyatakan telah beberapa kali melakukan langkah untuk menyelesaikan tagihan FSD kepada eks BTO Bank Danamon. Laporan keuangan BI juga mengungkap bahwa mereka telah menyurati BPPN kemudian Menteri Keuangan terkait tagian bunga FSD.

Pada 2018 lalu, misalnya,  bank sentral telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan mengenai penyelesaian tagihan bunga FSD eks. BTO PT BDI, salah satu terakhir adalah surat Nomor 20/19/DpG-DOTP/Srt/B tanggal 21 Desember 2018 perihal Tagihan Bunga Fasilitas Saldo Debet Bank Indonesia kepada eks BTO PT BDI sebesar Rp5,32 triliun.

“Bank Indonesia tetap mengupayakan kejelasan status penyelesaian tagihan bunga FSD eks BTO Bank Danamon,” tukas laporan keuangan tersebut.

Bisnis telah mengirim pertanyaan ke pihak Danamon yang disampaikan melalui surat elektronik. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada respons maunpun konfirmasi dari pihak Danamon. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri keuangan kasus blbi bank danamon
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top