Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penasihat Joe Biden Sebut Vaksin Bekerja Efektif, Tak Perlu Lockdown

Penasihat Kesehatan Presiden AS mengatakan kemungkinan seseorang yang sudah divaksin mengalami gejala berat sangat rendah.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Agustus 2021  |  13:55 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden -  Bloomberg
Presiden Amerika Serikat Joe Biden - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Ahli penyakit menular Amerika Serikat Anthony Fauci mengatakan vaksin Covid-19 bekerja dengan baik sehingga tidak perlu melakukan lockdown kembali seperti tahun lalu meskipun lonjakan kasus sedang terjadi di antara orang yang sudah divaksin.

Fauci yang juga Kepala Penasihat Kesehatan Presiden AS mengatakan kemungkinan seseorang yang sudah divaksin mengalami gejala berat sangat rendah.

"Jauh lebih mungkin tanpa gejala atau minimal gejala ringan. Jadi vaksin melakukan apa yang Anda inginkan. Itu melindungi orang dari sakit," katanya dalam program Face the Nation seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (2/8/2021).

Namun, pandemi ini akan memburuk seiring dengan banyaknya jumlah orang yang belum divaksin di AS. Padahal, ada sekitar 100 juta orang lagi yang perlu divaksin, tetapi belum mendapat imunisasi.

“Saya rasa tidak akan ada lockdown lagi. Saya pikir kita memiliki persentase [vaksinasi] cukup di negara ini, meski tidak cukup untuk menghancurkan wabah, tetapi saya percaya untuk tidak membiarkan kita masuk ke situasi seperti yang kita alami musim dingin lalu. Tapi keadaan akan menjadi lebih buruk," kata Fauci dalam program This Week ABC.

Hal ini disampaikan setelah sepekan terjadinya lonjakan varian Delta yang menggambarkan ketidakpastian dan salah langkah dari administrasi Biden.

Kasus di AS melonjak hingga 5 kali lipat dibandingkan sebulan yang lalu. Negara bagian Florida telah mencatatkan rekor tertinggi. Pasien yang masuk rumah sakit dan kematian juga meningkat secara nasional tetapi tidak setinggi pada gelombang sebelumnya.

Pada Selasa, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengubah rekomendasinya terkait dengan protokol kesehatan. Mereka juga mewajibkan penggunaan masker bagi orang yang sudah divaksin di dalam ruangan. Hal ini diputuskan setelah CDC membolehkan orang-orang yang sudah divaksin kembali menjalani hidup normal pada Mei.

Perubahan kebijakan ini bukan hanya karena meningkatnya penyebaran kasus yang disebabkan oleh varian delta di antara yang tidak divaksinasi.

Badan tersebut mengungkapkan data yang menimbulkan pertanyaan tentang perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin itu sendiri, meskipun vaksin tetap sangat efektif melawan penyakit serius dan kematian. Temuan CDC menunjukkan dari 163 juta orang yang divaksinasi lengkap di AS, 6.239 dirawat di rumah sakit dan 1.263 meninggal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Vaksin Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top