Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jokowi: Varian Delta Muncul Tanpa Terdeteksi, Ekonomi Dunia Terguncang

Presiden Jokowi menyebut Covid-19 varian Delta asal India muncul tanpa terprediksi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 30 Juli 2021  |  12:06 WIB
Jokowi: Varian Delta Muncul Tanpa Terdeteksi, Ekonomi Dunia Terguncang
Presiden Joko Widodo saat memberi pandangannya terkait SDGs pada Forum Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi Sosial PBB (ECOSOC) secara virtual pada Selasa, 13 Juli 2021. - Biro Sekretariat Presiden
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kesulitan akibat pandemi Covid-19 tidak hanya dialami Indonesia saja, tetapi juga seluruh negara di dunia.

Jokowi mengatakan kemunculan varian Delta yang penyebarannya lebih cepat semakin mempersulit upaya penanganan Covid-19.

Sebelum kemunculan varian Delta, Jokowi menyebut kasus Covid-19 di Indonesia dan di sejumlah negara lainnya mengalami penurunan. Saat itu, kondisi ekonomi juga mulai mengalami perbaikan.

Namun, kondisi berubah setelah muncul varian baru Covid-19 yaitu varian Delta yang awalnya menyebar di India.

"Tanpa terprediksi muncul yang namanya varian Delta, varian baru, jenis baru dari Corona muncul di India, kemudian muncul di seluruh negara di dunia, sehingga ekonomi global pun juga goncang. Kita juga sama, begitu virus [varian] Delta ini muncul juga langsung kasus positif menjadi naik secara drastis," kata Jokowi saat membagikan Banpres kepada sejumlah pelaku usaha mikro dan kecil di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Melihat adanya lonjakan kasus yang sangat signifikan khususnya di Pulau Jawa dan Bali, Jokowi mengatakan saat itu pemerintah terpaksa menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Dia menuturkan saat ini hasil dari kebijakan itu mulai terlihat yaitu lonjakan kasus dapat direm dan mulai menunjukkan tren penurunan. Hal itu bisa terlihat dari menurunnya tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

"Dulu sudah hampir 90 persen, pagi tadi saya cek angka keterisian dari tempat tidur di angka 38 persen. Ini juga patut kita syukuri," jelasnya.

Meski kasus Covid-19 di Pulau Jawa mulai melandai, tetapi Jokowi menyayangkan tren serupa justru tidak terjadi di luar Pulau Jawa. Dia mengungkapkan bahwa saat ini penularan Covid-19 di luar Jawa justru meningkat yang disebabkan karena varian Delta yang penularannya sangat cepat.

"Oleh sebab itu, Bapak-Ibu semuanya harus bekerja lebih keras lagi, tahan banting. Keadaan ini kita, saya ngomong apa adanya bukan menakut-nakuti, tapi kasus virus Corona ini akan selesai kapan WHO pun juga belum bisa memprediksi. Sehingga, sekali lagi kita ini, selalu yang kita jalankan adalah sisi kesehatannya bisa kita tangani tapi sisi ekonominya juga pelan-pelan harus dijalankan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top