Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kasus Korupsi Pengadaan Alat Berat Dinas Bina Marga DKI Naik Penyidikan

Tim penyidik akan memanggil para saksi yang diduga mengetahui dugaan korupsi pengadaan alat berat Dinas Bina Marga DKI untuk menetapkan tersangka.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 23 Juli 2021  |  17:17 WIB
Kasus Korupsi Pengadaan Alat Berat Dinas Bina Marga DKI Naik Penyidikan
Ilustrasi - kejati/dki.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menaikkan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat berat pada Alkal Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta ke penyidikan meskipun belum diikuti penetapan tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum pada Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam mengatakan kasus korupsi pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan pada UPT Alkal Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2015 itu naik ke tahap penyidikan setelah mendapatkan bukti yang cukup saat ekspose perkara korupsi itu.

"Tim Penyelidik menyimpulkan berdasarkan bukti-bukti permulaan yang ditemukan dan dikumpulkan, terdapat dugaan mark up," kata Ashari, Jumat (23/7/2021).

Ashari mengemukakan dugaan kerugian negara yang timbul akibat pelaksaaan pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan tersebut yaitu sebesar Rp13.432.155.000.

Menurut Ashari, ke depan tim penyidik akan memanggil para saksi yang diduga mengetahui perkara tersebut untuk menetapkan tersangka.

"Atas pelaksanaan pengadaan alat berat penunjang perbaikan jalan tersebut, mengakibatkan adanya indikasi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar Rp 13.432.155.000," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi alat berat dki jakarta kejaksaan tinggi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top