Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingkatkan Konektivitas, KKP Bangun Lima Dermaga Apung Tahun Ini

Pembangunan dermaga apung merupakan jawaban atas kebutuhan prasarana di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan terluar.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 07 Juli 2021  |  13:08 WIB
Pantai Pasir Putih di Kab. Situbondo, Jawa Timur bisa menjadi pilihan untuk berwisata maupun sekadar melepas lelah sejenak bagi para pemudik yang melewati jalur Probolinggo-Banyuwangi, Selasa (12/6). - Bisnis/Haffiyan
Pantai Pasir Putih di Kab. Situbondo, Jawa Timur bisa menjadi pilihan untuk berwisata maupun sekadar melepas lelah sejenak bagi para pemudik yang melewati jalur Probolinggo-Banyuwangi, Selasa (12/6). - Bisnis/Haffiyan

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun dermaga apung sebagai media konektivitas antarpulau di lima daerah di Indonesia.

Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Tojo Una-Una, Kota Bima, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Hendra Yusran Siry mengatakan bahwa pembangunan dermaga apung merupakan jawaban atas kebutuhan prasarana di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dan terluar yaitu untuk meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

“Selain itu, hal ini juga dimaksudkan untuk mendorong pemberdayaan, meningkatkan partisipasi dan kapasitas masyarakat dalam mengelola pesisir dan pulau-pulau kecil,” ujarnya dikutip dari laman Setkab, Rabu (7/7/2021).

Adapun, dermaga apung yang merupakan tempat tambat labuhnya kapal yang mengapung di atas air, memiliki tiga komponen utama yaitu struktur dermaga atau darat yang menjorok ke laut, penghubung antara struktur dan platform, dan landasan dermaga apung yang berbahan high-density polyethylene/low-density polyethylene (HPDE/LDPE).

Hendra menambahkan, saat ini moda transportasi yang dimiliki masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil dan terluar untuk beraktivitas adalah sampan kayu kecil dengan rata-rata di bawah 5 GT.

Menurutnya, dengan tinggi draft hanya sekitar 0,9 meter dan panjang rata-rata sekitar di bawah 12 meter, penggunaan bangunan dermaga dengan konstruksi beton atau kayu dipandang kurang tepat karena masyarakat akan kesulitan dalam bongkar dan muat barang serta naik turun penumpang.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP Muhammad Yusuf menyampaikan, pemberian bantuan prasarana dermaga apung diutamakan kepada yang sudah memiliki Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), tersedia lahan yang ‘clean and clear’, hingga lokasi yang mendukung aktivitas masyarakat.

“Pembangunan dermaga apung di tahun 2021 ini berada di lima lokasi. Tim kami sudah melakukan survei dan verifikasi ke lokasi-lokasi tersebut,” ujar Yusuf.

Pada periode 2015-2019, KKP telah menyalurkan bantuan berupa pembangunan dermaga apung di 25 lokasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian kelautan dan perikanan probolinggo
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top