Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BSSN Sebut 495 Juta Serangan Siber Terjadi Sepanjang 2020

Serangan pada ruang sosial berkaitan dengan peperangan politik, serangan informasi, psikologi dan propaganda yang dinilai membahayakan persatuan Indonesia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 Juni 2021  |  16:16 WIB
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkapkan bahwa sedikitnya 495 juta serangan siber terjadi di Indonesia pada 2020. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pernyataan itu diungkapkan Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak saat penandatanganan nota kesepahaman antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan BSSN melalui siaran virtual, Rabu (2/6/2021).

Dia menjelaskan bahwa serangan siber setidaknya terbagi dua yakni secara teknis maupun sosial. Serangan pertama berupa malware, SQL injection yang menyasar celah keamanan hingga DDOS.

“Sedangkan serangan siber bersifat sosial dengan target social networking atau upaya mempengaruhi manusia pada dan melalui ruang siber,” kata Syahrul, Rabu (2/6/2021).

Menurutnya, serangan pada ruang sosial ini berkaitan dengan peperangan politik, serangan informasi, psikologi dan propaganda. Tindakan ini dinilai membahayakan persatuan Indonesia.

“Sepanjang 2020, BSSN telah mendeteksi serangan siber sebanyak lebih dari 495 juta serangan. Jumlah ini 2 kali lipat dibandingkan dengan jumlah serangan pada 2019,” terangnya.

Menyikapi kondisi itu, BSSN sedang menyusun strategi keamanan siber nasional. Rancangan aturan ini sebutnya akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Selain menyangkut strategi keamanan siber nasional, Perpres itu nantinya akan membahas tentang manajemen krisis siber nasional.

“Kami berharap agar Perpres SKSN [Strategi Keamanan Siber Nasional] segera dapat disahkan akar mampu nantinya terciptanya ruang siber nasional yang aman dan kondusif bagian kemajuan bangsa dan negara kita,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serangan siber kejahatan siber badan siber dan sandi nasional (BSSN)
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top