Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapasitas Testing dan Tracing Belum Sesuai Harapan, Satgas Anggarkan Rp218 M

Selama beberapa bulan pelaksanaan PPKM mikro, memang ada pelandaian kasus terkonfirmasi, dan tambahan kasus jadi bisa termonitor walaupun belum lengkap dan komprehensif.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  21:16 WIB
Ilustrasi virus corona - Antara/Shutterstock
Ilustrasi virus corona - Antara/Shutterstock

Bisnis.com, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 mengajukan tambahan anggaran untuk persiapan tenaga tracer untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca-libur lebaran.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K. Ginting menyebutkan rencana Satgas ke depan adalah melakukan mobilisasi tracer dan data manager ke wilayah terdampak berat dengan penugasan 1 bulan.

Kemudian akan dilakukan mobilisasi testing kit untuk percepatan diagnostik suspek dan kontak erat, penguatan kapasitas pemantauan, persiapan containment RT terdampak berat untuk implementasi PPKM mikro, dan bantuan containment untuk isoman dan karantina bagi wilayah terdampak berat.

“Rencana anggaran mengantisipasi lonjakan kasus, ini akan menjadi perhitungan di tingkat pusat dan provinsi untuk melakukan pembiayaan. Pemerintah harus bisa mendukung ini,” kata Alexander dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19, Senin (31/5/2021).

Alexander mengungkapkan, anggaran yang diajukan telah dibicarakan dan direviu oleh Ditjen Anggaran Kemenkeu untuk pembiayaan sesuai DSP, monitoring, on the job training dan pelatihan, supervisi, dan evaluasi program senilai Rp218.264.800.000.

Alexander mengungkapkan selama beberapa bulan pelaksanaan PPKM mikro, memang ada pelandaian kasus terkonfirmasi, dan tambahan kasus jadi bisa termonitor walaupun belum lengkap dan komprehensif.

“Tapi, kontak tracing belum sesuai kriteria dan bahwa kasus kematian tetap tinggi, lebih tinggi dari angka kematian global. Kenapa kematian tetap tinggi, di samping komorbid, pengelolaan isoman, dan dalam tata klinis, catatan ini harus menjadi dasar negara kita melakukan tindakan,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19, Senin (31/5/2021).

Dia mengungkapkan kapasitas testing dan tracing belum sesuai harapan, padahal testing menjadi idola dalam pelaksanaan PPKM Mikro.

“Jadi testing dan kontak tracing tidak boleh turun. Kita harapkan gerakan testing, dan kontak tracing tetap harus meningkat. Karena jumlah kasus kematian dan konfirmasi belum sesuai rasio dengan jumlah yang diperiksa. Jadi kalau memang mau cepat menanggulangi, tingkatkan testing, kontak tracing, dan lakukan zona isolasi,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top