Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Kirimkan 2.000 Tabung Oksigen untuk India

Selama ini India banyak membantu Indonesia dalam memenuhi suplai vaksin AstraZeneca. Melalui fasilitas multilateral COVAX, vaksin AstraZeneca yang diproduksi India, dikirim ke Indonesia.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  19:45 WIB
Sejumlah pasien Covid-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021)./Antara - Reuters/Danish Siddiqui
Sejumlah pasien Covid-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021)./Antara - Reuters/Danish Siddiqui

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia bersama Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) kembali mengirimkan bantuan tabung oksigen untuk penanganan Covid-19 di India.

Dengan mengirimkan 2.000 tabung oksigen Indonesia sudah mengirim total 3.400 tabung oksigen ke India.

Sebelumnya, tahap pertama pada 10 Mei lalu telah disalurkan 1.400 tabung oksigen ke India.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan selama ini India banyak membantu Indonesia dalam memenuhi suplai vaksin AstraZeneca. Melalui fasilitas multilateral COVAX, vaksin AstraZeneca yang diproduksi India, dikirim ke Indonesia.

Oleh karena itu, sudah semestinya Indonesia memberikan kemampuan terbaik dalam membantu India.

“Inisiatif ini merupakan bentuk solidaritas kepada saudara-saudara di India. Kita menjadi kawan di kala senang dan susah," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/5/2021).

Airlangga menegaskan hal ini juga sebagai pengingat bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19 diperlukan solidaritas sesama manusia agar pandemi lebih mudah dihadapi dan dapat segera diakhiri.

Belajar dari lonjakan kasus Covid-19 di India, Airlangga berpesan agar masyarakat Indonesia selalu waspada dan mengedepankan langkah-langkah antisipatif, seperti mematuhi larangan mudik menjelang Idulfitri lalu.

Masyarakat, ujar Airlangga, harus tetap menegakkan kepatuhan dan kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

“Pemerintah akan terus memonitor perkembangannya dalam 4-5 minggu ke depan pasca-libur Idulfitri supaya tidak terjadi kenaikan kasus kembali. Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu telah memberi arahan bahwa segala upaya yang dilakukan untuk penanganan dan pengendalian Covid-19 di Tanah Air harus dilakukan dengan orkestrasi dan tujuan yang sama,” ungkap Airlangga.

Sejak awal pandemi pertengahan 2020 lalu, India mencatatkan 27,4 juta kasus Covid-189 yang menyebabkan sekitar 315 ribu kematian. India menjadi negara dengan kasus Covid-19 kedua tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Kasus aktif yang dihadapi India hingga saat ini masih berada pada kisaran 2,5 juta. Bahkan, dalam satu pekan terakhir, dilaporkan tambahan 1,6 juta kasus baru, dan lonjakan jumlah kematian harian yang tinggi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengharapkan pengiriman oksigen bisa menjadi bagian kontribusi Indonesia kepada India.

“Mari kita mendoakan agar keadaan di India cepat kembali terkendali, dan semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari musibah yang menimpa India agar kita tidak lengah dan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti menjelaskan negaranya membutuhkan asistensi atau masukan dari negara seperti Indonesia untuk membantu keluar dari pandemi. Ia mengapresiasi gestur baik dari industri di Indonesia yang telah memberi bantuan tabung oksigen ini.

“A friend in need is a friend indeed,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia india oksigen Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top