Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Singapura Kembali Lockdown Ketat, Ini Aturan Barunya

Mengutip akun Instagram resminya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan kluster baru dan kasus komunitas yang tidak terlacak dalam dua minggu terakhir sangat mengkhawatirkan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  17:13 WIB
Marina Bay, Singapura.  - stb.gov.sg
Marina Bay, Singapura. - stb.gov.sg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Singapura secara resmi telah memperketat aturan interaksi antar individu atau lockdown untuk menekan angka penyebaran infeksi virus corona atau Covid-19. Aturan tersebut akan mulai berlaku pada pekan ini, mulai dari 16 Mei hingga 13 Juni.

Mengutip akun Instagram resminya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan kluster baru dan kasus komunitas yang tidak terlacak dalam dua minggu terakhir sangat mengkhawatirkan.

"Kami menguji lebih intensif, dan melakukan yang terbaik untuk memagari transmisi. Tetapi kami juga membutuhkan pembatasan yang lebih ketat untuk menghentikan lebih banyak kasus bermunculan," tulisnya dalam akun Instagram Jumat (14/5/2021).

Dia memaparkan masyarakat diminta untuk tetap bekerja di rumah keluar rumah dianjurkan hanya untuk aktivitas-aktivitas penting dan mendesak. "Jika Anda pergi keluar, ingatlah untuk mempraktikkan tindakan jarak aman, seperti menggunakan TraceTogether dan mengenakan masker," katanya.

Dia melanjutkan, masyarakat disarankan untuk melakukan vaksinasi untuk meminimalisir risiko demi melindungi diri dan keluarga terdekat. "Langkah-langkah baru akan sulit bagi semua orang. Tetapi jika kita semua memainkan peran kita dan saling menjaga satu sama lain, kita akan berhasil menghentikan penularan virus, seperti yang kita lakukan tahun lalu," jelasnya.

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan, bahwa selama empat minggu dari 16 Mei hingga 13 Juni, ukuran pertemuan serta pengunjung rumah tangga akan dibatasi menjadi maksimal dua orang dari lima orang, bekerja dari rumah, dan tempat makanan hanya dapat melakukan takeaway dan pengiriman.

Lebih sedikit orang yang diizinkan berada di pusat perbelanjaan. Maksimal 100 orang diperbolehkan pada pertemuan bisnis dan pertunjukan langsung dengan pengujian pra-acara, dan hingga 50 orang tanpa pengujian tersebut.Kapasitas operasi di atraksi menjadi 25 persen dari kapasitas yang diizinkan saat ini sebesar 50 persen.

"Pola kasus komunitas lokal yang tidak terkait telah muncul dan terus berlanjut. Kami perlu bertindak tegas untuk mengatasi risiko ini, karena setiap kebocoran dapat mengakibatkan munculnya kembali kasus yang tidak terkendali," pernyataan Kementerian Kesehatan seperti dikutip Bloomberg, Jumat (14/5/2021). Jumlah kasus baru di kluster tersebut telah meningkat menjadi 71 dalam seminggu terakhir dari 48 pada minggu sebelumnya.

Sementara, jumlah kasus infeksi yang tidak terlacak paling mengkhawatirkan para pejabat, karena menandakan penyebaran yang tidak terdeteksi telah meningkat menjadi 15 dalam seminggu terakhir dari 7 pada minggu sebelumnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura Covid-19 pandemi corona
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top