Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendagri: Pusat dan Daerah Harus Serentak soal Larangan Mudik Lebaran

Kebijakan pelarangan mudik pada Lebaran tahun ini dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi pada penularan virus.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 03 Mei 2021  |  12:39 WIB
Mendagri Tito Karnavian. - Antara
Mendagri Tito Karnavian. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai perlu adanya kesamaan kebijakan antara pemerintah daerah dan pusat dalam penerapan larangan mudik pada Lebaran tahun ini.

Dia menilai penanganan pandemi Covid-19 perlu diikuti dengan kebijakan satu komando dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Untuk itu, pemerintah daerah perlu menyesuaikan langkah berdasarkan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Perlu keserentakkan antara pusat dan daerah [dalam menerapkan larangan mudik],” kata Mendagri dalam keterangan resmi, Senin (3/5/2021).

Tito menuturkan, kebijakan pelarangan mudik dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi pada penularan virus.

Alih-alih merayakan hari raya bersama, Mendagri meminta masyarakat untuk menahan diri dan bersabar demi menjamin keselamatan diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19.

“Repotnya nanti, kalau sudah mudik itu mobilitas tinggi, setelah itu terjadi, virus dibawa dari satu tempat ke tempat lain, menulari, apalagi biasanya ritualnya hari raya itu kan kita datang ke orang tua,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga telah meminta para kepala daerah mengingatkan kembali masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Dia juga meminta sinergi pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan larangan mudik pada Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mendagri Mudik Lebaran idulfitri Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top