Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

29,9 Juta Penduduk Usia Kerja Nganggur, Menaker: Semua Dalam Kondisi Sakit

29,2 juta penduduk usia kerja terdampak pandemi hingga akhir tahun 2020.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 Mei 2021  |  16:59 WIB
Buruh dari berbagai serikat pekerja melakukan aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Rabu (1/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Buruh dari berbagai serikat pekerja melakukan aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Rabu (1/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah merefleksikan Hari Buruh Internasional atau May Day kali ini begitu pelik. Alasannya, 29,2 juta penduduk usia kerja terdampak pandemi hingga akhir tahun 2020. 

“Saya kira semua kita dalam kondisi sakit. Kita mengalami bagaimana jatuhnya dunia usaha. Tidak ada pilihan kecuali tetap bersemangat menuju masa depan,” kata Ida saat menghadiri vaksinasi kelompok pekerja di Kantor PPKD Jakarta Timur, Sabtu (1/4/2021). 

Dia berharap program vaksinasi Covid-19 bagi kelompok pekerja dapat mendongkrak kembali kegiatan perekonomian nasional dan di daerah. Pasalnya, hingga kuartal pertama tahun 2021 perekonomian nasional masih terkontraksi. 

“Ekonomi kuartal 1 masih negatif tapi sudah lebih baik dari kuartal 4 tahun 2020. Tidak ada pilihan lain, kita bangkit dan pulih bersama. Dialog sosial menjadi sangat penting,” tuturnya. 

Adapun, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II/2021 diperkirakan positif dan bisa tumbuh di kisaran 5 persen. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan kemungkinan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai angka 5 persen di kuartal II/2021 masih memungkinkan. Akan tetapi, dia pesimistis terhadap kemungkinan melompatnya PDB ke level di atas 5 persen. 

Sebelumnya, Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2021 akan melompat hingga menjadi 7-8 persen dengan menggeliatnya aktivitas ekonomi sejak awal 2021.

“Kita perkirakan ekonomi akan cukup tinggi di kisaran 5 persen masih memungkinkan. Tapi kalau sudah 7 sampai dengan 8 persen itu terlalu overshoot,” jelas Faisal kepada Bisnis, Senin (12/4/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

may day hari buruh Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top