Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Mengganas, AS Minta Warganya Tak Lakukan Perjalanan ke India

Warga negara AS diminta untuk tidak pergi ke India atau segera meninggalkan negara tersebut menyusul adanya ledakan kasus Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 April 2021  |  16:33 WIB
Seorang petugas keamanan (kanan) bertugas di Bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India, Senin (25/5/2020). - Antara\r\n\r\n
Seorang petugas keamanan (kanan) bertugas di Bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India, Senin (25/5/2020). - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat meminta warganya untuk segera meninggalkan India melihat angka kasus harian Covid-19 yang terus meningkat dan menembus rekor-rekor tiap harinya.

Dalam Pedoman Perjalanan Level 4 Departemen Luar Negeri AS, aturan tertinggi, menyatakan bahwa warga negara AS diminta untuk tidak pergi ke India atau segera meninggalkan India jika bisa. Setiap harinya ada 14 penerbangan langsung antara India dan AS dan layanan penerbangan lainnya yang melewati Eropa.

Saat ini, pemerintah dan sistem kesehatan di India harus bergelut dengan ledakan kasus dan kematian akibat Covid-19.

Merujuk pada data terakhir Pemerintah India, kasus harian pada Kamis (29/4/2021) bertambah 379.257 dalam 24 jam dan kematian bertambah 3.645, sehingga total lebih dari 204.800 orang meninggal dunia.

“Warga AS melaporkan ditolak di rumah sakit di beberapa kota karena tidak ada lagi tempat yang tersedia. Warga AS yang ingin meninggalkan India diharapkan segera mengambil kesempatan tersebut secepatnya,” tulis Kedutaan Besar AS di India melalui website.

Namun, semua layanan rutin Warga Negara AS dan layanan visa di Konsulat Jenderal AS Chennai disebut telah dibatalkan.

Asia Selatan saat ini menjadi pusat yang menyumbang tambahan kasus terbanyak di dunia dengan total 18,4 juta kasus terkonfirmasi. Virus Corona juga telah menyerang India dengan keparahan yang tak terlihat pada gelombang sebelumnya.

Pembakaran mayat massal, antrean ambulans di luar rumah sakit, dan banyaknya warga India yang sampai mengemis oksigen di media sosial, menunjukkan betapa Pemerintah India tidak siap untuk menangani wabah ini.

Tragedi Covid-19 di India juga telah memicu sejumlah perusahaan besar kelas dunia untuk mengulurkan bantuan. Amazon.com Inc. misalnya, memanfaatkan rantai pasokan logistik globalnya untuk memberikan 100 unit ventilator dari AS, yang diperkirakan akan tiba di India dalam dua pekan ke depan.

CEO Microsoft Corp. Satya Nadella juga mengatakan sangat terpukul dengan situasi yang terjadi dan menggunakan kemampuannya untuk memberikan bantuan membelikan konsentrator oksigen.

Chairman Blackstone Group Inc. Stephen Schwarzman juga telah mengerahkan lima perusahaan ekuitas pribadinya untuk menyumbangkan US$ 5 juta untuk membantu India pulih dari tsunami Covid-19 dan agar bisa melakukan vaksinasi termasuk pada komunitas marginal.

Sementara itu, salah satu perusahaan terbesar di India, Reliance Industries Ltd., yang dikelola oleh pria terkaya di Asia Mukesh Ambani, berjanji akan memberikan, membuat, dan mengelola ICU dengan kapasitas 100 tempat tidur yang akan dibuka pada pertengahan Mei.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india amerika serikat Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top