Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Mengganas! 200 Ribu Lebih Warga India Diprediksi Meninggal dalam 3 Pekan ke Depan

Pada puncaknya, sekitar 16 Mei 2021, India diperkirakan akan mendapat tambahan 13.000 kasus kematian per hari.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 April 2021  |  10:43 WIB
Seorang pasien dengan gangguan pernapasan berbaring di dalam mobil sambil menunggu untuk masuk rumah sakit Covid-19 untuk perawatan, di tengah penyebaran Covid-19 di Ahmedabad, India, Kamis (22/4/2021). - Antara/Reuters\r\n\r\n
Seorang pasien dengan gangguan pernapasan berbaring di dalam mobil sambil menunggu untuk masuk rumah sakit Covid-19 untuk perawatan, di tengah penyebaran Covid-19 di Ahmedabad, India, Kamis (22/4/2021). - Antara/Reuters\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – India pada Selasa (27/4/2021) kembali mencetak rekor kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19.

Sebuah studi di Amerika Serikat (AS) memprediksi bahwa angka kematian masih akan terus naik sampai dengan pertengahan Mei.

Studi oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington, AS memprediksi, bahwa akan ada 200.000 orang lebih meninggal diserang Covid-19 dalam tiga pekan ke depan sebelum angka kematiannya kembali melandai.

“Pada puncaknya, sekitar 16 Mei 2021, India diperkirakan akan mendapat tambahan 13.000 kasus kematian per hari,” tulis laporan tersebut, melansir Straits Times, Rabu (28/4/2021).

Jumlah tersebut sekitar empat kali lipat dari 3.285 kematian yang tercatat di worldometers.info pada Selasa (27/4/2021), yang sudah kembali menembus rekor.

Angka kematian akibat Covid-29 di India terus menerus menembus rekor dalam sepekan terakhir.

Angka kasus terkonfirmasi harian pun menembus rekor global dalam lima hari terakhir dengan pada Selasa mencapai 362.902 kasus.

Menurut studi IHME, angka kematian akibat Virus Corona harian di suatu negara dianggap sebagai indikator terbaik dari perkembangan pandemi, meskipun umumnya ada jeda 17 hingga 21 hari antara infeksi dan kematian.

Secara keseluruhan, India sudah melaporkan hampir 18 juta kasus dan lebih dari 200.000 kematian. Namun, para pakar kesehatan memperkirakan angka aslinya bisa jauh lebih besar.

Direktur IHME Christopher Murray mengatakan, bahwa penelitian yang dilakukan mendeteksi kurang dari 5 persen dari populasi yang terinfeksi.

“Artinya angka kasus yang terdeteksi masih harus dikalikan 20 atau lebih untuk mendapatkan angka asli infeksi yang terjadi di India. Angka infeksi sekarang saja sudah sangat tinggi,” kata Murray.

Studi IHME menyebut adanya penurunan tren kasus Covid-19 dan kematian di India pada September sampai pertengahan Februari.

Namun, kondisinya berbalik secara dramatis pada April ini dengan adanya lonjakan infeksi.

IHME memprediksi setidaknya 1 dari 4 orang di India sudah terinfeksi Virus Corona, dan Covid-19 sudah menjadi penyebab kematian terbesar kelima di India.

Total kasus di India diperkirakan bakal menyentuh 960.000 kasus pada 1 Agustus 2021. Namun, sekitar 80.000 nyawa bisa diselamatkan, jika 95 persen populasinya mau menggunakan masker dengan benar di tempat umum.

Sementara itu, jika program vaksinasi juga terus berjalan, 85.600 nyawa juga bisa diselamatkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top