Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketua Satgas: Tidak Ada Perubahan, Mudik Tetap Dilarang!

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo memastikan bahwa hingga saat ini aturan peniadaan mudik Lebaran tak mengalami perubahan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 26 April 2021  |  15:11 WIB
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam diskusi virtual yang bertajuk
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam diskusi virtual yang bertajuk "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit" di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo terus mengajak masyarakat untuk mengikuti aturan pemerintah yaitu tidak melakukan mudik Lebaran pada tahun ini.

Dia pun memastikan bahwa hingga saat ini aturan peniadaan mudik Lebaran tak mengalami perubahan.

“Bapak Presiden [Joko Widodo] mengatakan narasi mudik hendaknya mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat dan ini belum ada perubahan,” kata Doni dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4/2021).

Doni yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) ini menyampaikan bahwa masyarakat tetap bisa bersilaturahmi secara virtual dengan keluarga.

Walhasil, di meminta agar posko-posko di daerah disiagakan dan memfasilitasi masyarakat yang mungkin mengalami keterbatasan akses komunikasi.

“Mohon berkenan posko-posko yang ada di tiap daerah bisa memberikan kesempatan kepada keluarga yang mungkin belum memiliki fasilitas untuk berkomunikasi secara virtual, untuk bisa difasilitasi,” ujarnya.

Menurutnya, dengan tidak mudik maka masyarakat berkontribusi besar dalam pencegahan penularan Covid-19 yakni dengan tidak menulari virus ke anggota keluarga tercinta.

Sebelumnya, Doni Monardo mengimbau masyarakat untuk menahan diri tidak mudik pada Lebaran tahun ini. Pasalnya, semakin tinggi mobilitas seseorang, potensi penyebaran Covid-19 kepada orang-orang terdekat bahkan orang tua di kampung halaman juga semakin tinggi.

“Kenapa tidak boleh mudik karena manusia menjadi perantara membawa virus Covid dari satu daerah ke daerah lainnya,” kata Doni melalui pesan digital, Minggu (25/4/2021).

Doni berharap langkah tersebut dapat diwujudkan oleh setiap individu sehingga potensi kenaikan Covid-19 dapat dihindari. Kenaikan dapat terjadi apabila masyarakat menolak untuk bertindak atau tetap melakukan mudik. Memutuskan tidak mudik bertujuan untuk menghargai sesama, terlebih orang tua atau sanak saudara di kampung halaman. 

“Yang berbahaya adalah mereka yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG),” tambahnya.

Setiap hari, penularan Covid-19 masih terjadi. Di Indonesia, Covid-19 rata-rata memakan 4 nyawa manusia setiap jamnya. 

“Terutama saudara-saudara kita yang sudah lanjut usia, kakek, nenek, bahkan orang tua kita. Jangan sampai kita menjadi pembawa virus mematikan ke kampung halaman pada Lebaran ini,” ucap Doni.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top