Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Arak Bali. / POM.go.id
Lihat Foto
Premium

Setumpuk Problematika Bayangi Legalisasi Industri Arak Bali

Sejumlah problematika masih mewarnai industri arak Bali, kendati Pemerintah Bali telah merilis beleid tentang komoditas minuman tersebut setahun lalu.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com
20 April 2021 | 15:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah dua puluh tahun lebih menjadi petani arak Bali, Mangku Swela kini menanti berkah dari aturan terbaru Pemerintah Daerah Bali yang melegalisasi produksi minuman tradisional tersebut. Namun, beleid tersebut justru tak kunjung terasa tajinya. 

Bali sejatinya telah merilis Peraturan Gubernur Bali No.1/2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Beleid yang diundangkan pada 29 Januari 2020 tersebut digadang-gadang memberikan penguatan dan pemberdayaan perajin bahan baku minuman fermentasi atau destilasi khas Bali. 

Pasal tujuh Pergub Bali Nomor 1/2020 menerangkan mengenai dibentuknya suatu kemitraan usaha antara perajin arak, koperasi, dan produsen. Perajin bertindak sebagai pihak yang memproduksi arak dengan cara tradisional, kemudian hasil produksi dijual kepada koperasi dan meneruskan penjualan ke produsen.  

Di sini, koperasi bertindak sebagai pendukung perajin atau petani arak dengan melakukan perlindungan hukum, pemasaran bahan baku, pembinaan, permodalan, inovasi, dan kerja sama dengan produsen. 

Meskipun kemitraan usaha tersebut jelas tertuang mekanismenya dalam Pergub, Mangku menuturkan hingga saat ini belum ada koperasi yang kunjung mengambil arak produksinya. Adapun, Mangku telah melakukan investasi hingga Rp5 juta lebih untuk membeli teknologi penyulingan arak sebagai upaya meningkatkan kualitas produksi. 

Dengan teknologi tersebut, Mangku melakukan penyulingan pada bahan baku arak hingga dua kali banyaknya. Hasilnya, arak tersebut memiliki kualitas lebih tinggi karena dinilai lebih aman bagi tubuh. Di pasaran, arak dengan penyulingan dua kali ini dibanderol Rp75.000 per liter, jauh lebih mahal dibandingkan harga jual sebelumnya yang berkisar antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per liter. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top