Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Jokowi Tiadakan Mudik Lebaran Tahun 2021

Lonjakan kedua kasus positif terjadi pada 20-23 Agustus 2020 yakni long wekeend dimulai dari libur nasional pada Tahun Baru Islam dan cuti bersama.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 16 April 2021  |  17:43 WIB
Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara virtual di Istana Negara, Kamis 8 April 2021 / Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara virtual di Istana Negara, Kamis 8 April 2021 / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Pemeritah telah memutuskan untuk meniadakan mudik Lebaran 2021 dengan tujuan memutus penyebaran Covid-19. Berkaca dari pengalaman, momentum libur panjang selalu berujung pada lonjakan kasus positif Covid-19.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membeberkan, data kenaikan kasus positif Covid-19 selama empat kali libur panjang.

“Yang pertama saat libur Idulfitri tahun lalu, terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4/2021).

Lonjakan kedua kasus positif terjadi pada 20-23 Agustus 2020 yakni long wekeend dimulai dari libur nasional pada Tahun Baru Islam dan cuti bersama.

Saat itu, terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 hingga 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat hingga 57 persen.

Kemudian, pada masa liburan panjang ketiga yakni pada 28 Oktober-1 November  2020 atau pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020, menyebabkan terjadi kenaikan kasus hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen.

Terakhir, kata Jokowi, pada masa liburan akhir tahun, 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 membuat kenaikan jumlah kasus harian positif sebesar 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 46 persen.

“Pertimbangan lain adalah kita harus menjaga tren menurunnya kasus aktif di Indonesia dalam 2 bulan ini, menurun dari 176.672 kasus aktif pada 5 Februari 2021 dan pada 15 April 2021 menjadi 108.032 kasus,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, penambahan kasus harian Covid-19 juga sudah relatif menurun, yakni dari 14.000-15.000 per hari pada Januari 2021 kini berada di kisaran 4.000-6.000 kasus per harinya.

Selain itu, sambung Jokowi, tren kesembuhan pun terus mengalami peningkatan yakni pada 1 Maret 2021 sebanyak 1.151.915 orang atau 85,88 persen dinyatakan sembuh dari total kasus menjadi 1.438.254 orang atau 90,5 persen pada 15 April 2021.

Berdasarkan data-data itu, Kepala Negara mengajak masyarakat untuk menjaga momentum positif tersebut dengan tidak mudik selama Lebaran nanti.

“Saya mengerti kita semua pasti rindu sanak saudara pada saat-saat seperti ini apalagi di Lebaran nanti. Tapi, mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Mudik Lebaran
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top