Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Diserang Israel, Iran Melakukan Pemurnian Uranium Hingga 60 Persen

Upaya pemurnian uranium hingga 60 persen adalah yang tertinggi dari yang pernah ada sebelumnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 April 2021  |  09:39 WIB
Israel vs Iran
Israel vs Iran

Bisnis.com, JAKARTA--Iran menyatakan akan segera memperkaya uranium dengan kemurnian 60 persen atau yang tertinggi dari yang pernah ada setelah sebelumnya fasilitas nuklirnya diserang Israel.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi telah memberi tahu Rafael Grossi, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), tentang keputusan tersebut, menurut kantor berita IRNA seperti dikutip Aljzeera.com, Rabu (14/4/2021).

Iran menyalahkan Israel atas insiden penyerangan ke fasilitas nuklir di Natanz dan langkah itu dilakukan sebagai tanggapan atas serangan terhadap fasilitas nuklir utama negara tersebut. Akibat serangan itu, terjadi pemadaman listrik di area alat sentrifugal.

"Seribu lebih sentrifugal dengan kapasitas di atas 50 persen akan ditambahkan ke mesin-mesin di Natanz selain untuk mengganti mesin yang rusak," kata Araghchi di Wina, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pemerintah Iran belum memberikan rincian tentang kerusakan yang terjadi di Natanz, tetapi seorang anggota parlemen pada hari Selasa mengatakan "ribuan" sentrifugal telah disusupi.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah memperingatkan pada akhir Februari bahwa Iran dapat meningkatkan kemurnian pengayaan uranium menjadi 60 persen "jika negara membutuhkannya".

Langkah itu menandai peningkatan besar karena pengayaan yang lebih tinggi membawa Iran mendekati tingkat kemurnian 90 persen yang diperlukan untuk penggunaan nuklir untuk militer.

Iran, bagaimanapun, telah berulang kali menegaskan tidak pernah dan tidak akan pernah membangun senjata nuklir.

Di bawah kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan sejumlah negara terkuat dunia, Teheran telah berkomitmen untuk menjaga pengayaan hingga 3,67 persen, meskipun telah meningkatkannya menjadi 20 persen pada Januari.

Behrouz Kamalvandi, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, mengatakan pekerjaan pengayaan 60 persen uranium akan dimulai di Natanz hari ini.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif memperingatkan kemarin pagi bahwa baik serangan terbaru terhadap fasilitas nuklir Natanz maupun sanksi tidak akan memberikan pengaruh pada Amerika Serikat dalam pembicaraan untuk memulihkan kesepakatan nuklir Iran.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran nuklir
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top