Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Gratifikasi Eks Walkot Batu, KPK Panggil Petinggi Anak Usaha Grup Bakrie

Hamid Mundzir adalah petinggi di PT Graha Adrasentra Propertindo Tbk atau JGLE. Perusahaan ini adalah salah satu lini bisnis milik Grup Bakrie.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 05 April 2021  |  12:14 WIB
Wali Kota nonaktif Batu, Jawa Timur Eddy Rumpoko tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/9). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Wali Kota nonaktif Batu, Jawa Timur Eddy Rumpoko tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/9). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil petinggi PT Graha Adrasentra Propertindo Tbk (JGLE) Hamid Mundzir dalam kasus dugaan gratifikasi di Pemkot Batu Tahun 2011-2017. Dia bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Graha Adrasentra Propertindo adalah salah satu lini bisnis milik Grup Bakrie. JGLE adalah perusahaan yang berbasis di Indonesia yang bergerak dalam bisnis pengoperasian taman rekreasi. 

Taman rekreasinya terdiri atas The Jungle Water Park (The Jungle), yang merupakan taman tema air; Jungle Fest, dan Jungleland Adventure Theme Park (Jungleland).

"Hari ini (5/4/2021) bertempat di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan,Tim Penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi dalam perkara dugaan TPK terkait gratifikasi di Pemerintah Kota Batu tahun 2011-2017," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (5/4/2021).

Selain Hamid, KPK juga memeriksa wiraswasta bernama Lamidi Jimat Direktur PT Lintas Inti Mandiri Artha (PT LIMA) Zuriah dan Made Wiley Harsadinata selaku Direktur Utama PT. Cakra Nusantara Sukses (2007-2008)/ Komisaris PT. Abei Anmas Trans.

Hingga saat ini, KPK belum menyampaikan  tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi di lingkungan Pemkot Batu ini. 

Adapun kasus gratifikasi ini adalah hasil dari pengembangan  kasus suap yang telah membuat mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko yang juga suami Dewanti divonis 5,5 tahun penjara. 

Eddy divonis bersalah lantaran terbukti menerima suap senilai Rp 295 juta dan satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp1,6 miliar dari pengusaha Filiput Djap, Direktur PT Dailbana Prima.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Grup Bakrie
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top