Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menag Sebut Layanan Kemenag Masih Panjang dan Berbelit, Ini Arahannya

Hal itu diungkapkan Menag Yaqut saat Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 05 April 2021  |  15:36 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan saat Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021, Senin (5/4/2021) - Dok./Kemenag
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan saat Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021, Senin (5/4/2021) - Dok./Kemenag

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengaku masih mendapatkan laporan dari masyarakat ihwal panjang dan berbelitnya layanan di kementerian yang dipimpinnya tersebut.

Hal itu diungkapkan Menag Yaqut saat Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021. Kegiatan yang mengangkat tema Percepatan Transformasi Layanan Publik ini digelar secara luring dan daring, mulai Senin-Rabu (5 - 7 April 2021).

Oleh karena itu, dia menegaskan ingin jajaran Kemenag untuk memangkas jalur layanan agar bisa dipotong dan agar lebih ringkas. Hal tersebut, jelas dia, dapat diwujudkan dengan pelayanan publik yang beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi.

“Kita sekarang tidak bisa lagi memberikan pelayanan dengan cara lama, hadir fisik, tapi melakukan perubahan secara digital,” tegasnya, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Senin (5/4/2021).

Menag yang akrab diapa Gus Yaqut ini mengaku bahwa upaya itu menjadi salah satu arahan yang dititipkan Presiden Joko Widodo ketika memintanya memimpin Kemenag. Arahan itu terkait perbaikan tata kelola organisasi.

Arahan lain yang dititipkan Presiden Jokowi, jelas Gus Yaqut, adalah penguatan moderasi beragama. “Saat saya ditunjuk sebagai Menteri Agama, menjadi pembantu Presiden Joko Widodo, beliau menitipkan beberapa mandatori, antara lain: pertama, moderasi beragama dan kedua, perbaikan tata kelola organisasi,” ungkap Menag. 

Penguatan moderasi beragama, menurut Menag, tidak hanya menjadi pekerjaan rumah Kemenag, tapi seluruh bangsa Indonesia. Menurut Menag, saat ini ada sebagian warga bangsa yang terjebak dalam dua titik ekstrem, kiri dan kanan, liberal dan konservatif.

“Dua titik ini ingin kita satukan dalam ruang yang bernama moderasi beragama. Ini adalah sebuah ikhtiar untuk menjadikan pemahaman dan perilaku keberagamaan kita berada di tengah-tengah. Jadi tidak ekstrem kiri dan tidak kanan, tidak liberal dan tidak konservatif,” kata Gus Yaqut.

Adapun, rakernas diikuti 705 jajaran Kemenag, Pejabat Eselon I Pusat hingga Kepala Kankemenag Kota/Kabupaten. Membuka Rakernas, Menag meminta seluruh jajarannya untuk memperbaiki niat dan mind set.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag kementerian agama Yaqut Cholil Qoumas
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top