Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi: Keterbukaan Informasi Sangat Penting dalam Penanganan Pandemi

Jokowi menyatakan keterbukaan, kecepatan, dan akurasi informasi sangat penting dan dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 01 April 2021  |  14:44 WIB
Presiden Joko Widodo / BPMI Setpres - Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo / BPMI Setpres - Muchlis Jr

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa saat ini semua orang bisa memperoleh, memproduksi, dan menyebarkan informasi dengan sangat mudah.

Walhasil, keberlimpahan dan keterbukaan informasi menjadi sebuah kebutuhan dan tantangan yang harus dikelola dengan bijak.

“Informasi yang berlebihan merupakan tantangan yang harus kita kelola. Tuntutan masyarakat yang menuntut keterbukaan dan kecepatan informasi juga harus kita kelola,” kata Jokowi dalam sambutan di Peringatan Hari Penyiaran Nasional, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, keterbukaan, kecepatan, dan akurasi informasi ini sangat penting dan dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Alhamdullilah, dengan informasi yang terbuka, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, serta kerja sama antarsemua pihak, kita bisa segera membuat kondisi kondusif dan terukur dan pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat. Masyarakat juga dapat memahami dan menghadapi pandemi ini dnegan informasi yang baik,” ujarnya.

Kepala Negara pun mengucapkan terima kasih kepada jajaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), pemerintah dan lembaga penyiaran baik di pusat dan daerah yang telah saling bekerja sama menyajikan informasi yang akurat dan aktual sejak awal ihwal penanganan pandemi Covid-19.

Dia menilai, seluruh lembaga tersebut memegang peran penting dalam proses edukasi untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, menyebarluaskan program-program pemulihan ekonomi serta mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat.

Di sisi lain, Jokowi juga mengingatkan bahwa di masa mendatang tantangan pengelolaan informasi akan semakin besar.

Dia menilai, digitalisasi akan semakin mempermudah masyarakat mengakses informasi sehingga pengawasan oleh KPI harus dilakukan secara berimbang.

“Kita harus sama-sama menjaga agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang akurat, berkualitas dan edukatif,” ujarnya.

Selain itu, dia menyatakan seluruh pihak juga harus memiliki semangat untuk bersama membuat dunia penyiaran Indonesia menjadi lebih baik dalam berbagai aspek. Mulai dari aspek konten siaran, industrinya, hingga tumbuh kembang media-media penyiarannya.

Masyarakat, imbuhnya, juga harus teredukasi sehingga semakin cerdas dan kritis dalam memilah serta menyikapi informasi yang diterima.

“Dengan perbaikan dan penataan ekosistem media penyiaran yang berkelanjutan, saya meyakini industri penyiaran Indonesia akan semakin kuat dan tangguh, semakin diminati masyarakat dengan tampilan dan konten yang semakin berkualitas dan mencerdaskan,” paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi penyiaran keterbukaan informasi Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top