Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat Pesimis DPR Selesaikan 33 RUU di Prolegnas Prioritas

Ada sejumlah alasan yang membuat para legislator tidak akan merampungkan seluruh RUU tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  18:03 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Pengamat politik Karyono Wibowo pesimistis Badan Legislasi (Baleg) DPR bisa menyelesaikan 33 Rancangan Undang-undang (RUU) yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021.

Menurutnya, ada sejumlah alasan yang membuat para legislator tidak akan merampungkan seluruh RUU tersebut. Dia juga berpatokan pada pengalaman selama ini yang setiap tahun penyelesaian prolegnas tidak pernah terpenuhi.

“Kenapa saya tadi pesimistis. Karena sebentar lagi sudah memasuki pemilu serentak. Tahun 2022 misalnya, ada Pilkada,” kata Karyono dalam diskusi forum legislasi dengan tema “Prolegnas 2021, Mana Prioritas?” di Gedung DPR, Selasa (30/3/2021).

“Saya khawatir para politisi di DPR sibuk, sehingga target 30 persen enggak tercapai,” katanya direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) tersebut.

Menurut Karyono, saat diperlukan adanya kesepahaman dalam pembahasan RUU ini. “Mana yang lebih penting, mana yang paling urgen dan prioritas. Saya kira targetnya juga harus realistis,” katanya.

Karena itu, Karyono menyarankan agar para anggota Baleg DPR bisa menghindari pasal-pasal yang kontroversial dalam melakukan pembahasan RUU.

“Pokoknya harus diselesaikan secara adat. Yang penting outputnya untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Baleg DPR, Achmad Baidowi mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menargetkan menyelesaikan 30 persen atau 9 RUU dari 33 RUU yang masuk dalam Prolegnas tersebut.

"Target kita paling tidak 30 persen atau 9 RUU. Itu sudah cukup banyak, kita optimis bisa menyelesaikannya. Kemarin saja (tahun 2020) ditargetkan 40 persen dan hanya Omnibus Law Cipta Kerja yang diselesaikan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr prolegnas
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top