Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bom Gereja Katedral Makassar: Terungkap! Pelaku Suami Istri, Baru 6 Bulan Menikah

Pelaku pria berinisial L dan pelaku wanita berinisial YSF, pekerjaan keduanya adalah pegawai swasta.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  12:33 WIB
Petugas Kepolisian mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Bagian tubuh jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. - Antara
Petugas Kepolisian mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Bagian tubuh jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polri membeberkan identitas dua orang pelaku bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono menjelaskan kedua pelaku tersebut adalah pasangan suami-istri yang baru saja menikah 6 bulan.

Menurut Argo, pelaku pria berinisial L dan pelaku wanita berinisial YSF, pekerjaan keduanya adalah pegawai swasta.

"Kedua pelaku adalah pasangan suami-istri yang baru saja menikah enam bulan. Penyelidikan masih terus kami lakukan," tutur argo, Senin (29/3/2021).

Argo mengatakan Kepolisian juga tengah menggeledah sejumlah lokasi untuk mencari alat bukti dan fakta hukum terkait kasus tindak pidana terorisme tersebut.

"Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas," kata Argo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar katedral bom bunuh diri
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top