Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Fakta: 17 Negara Larang Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebut ada 17 negara telah melarang penggunaan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  16:10 WIB
Ilustrasi vaksin AstraZeneca - istimewa
Ilustrasi vaksin AstraZeneca - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Baru-baru ini beredar informasi di media sosial Facebook yang menyebut ada 17 negara telah melarang penggunaan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca.

Melansir keterangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Selasa (23/3/2021), menyatakan bahwa informasi tersebut bohong atau hoaks.

Faktanya, beberapa negara hanya menangguhkan administrasi pemesanan Vaksin AstraZeneca, sambil menunggu hasil uji klinis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait kabar efek penggumpalan darah pasca vaksinasi diberikan.

Melansir dari laman WHO Internasional, pihak WHO akhirnya mengeluarkan pernyataan untuk tetap melanjutkan pemakaian Vaksin AstraZeneca. WHO menganggap bahwa manfaat Vaksin AstraZeneca lebih besar jika dibandingkan risikonya.

Pada laman WHO dijelaskan memang ada sejumlah negara di Eropa yang menangguhkan sementara pemakaian vaksin AstraZeneca sebagai langkah berhati-hati setelah adanya laporan bahwa vaksin tersebut menyebabkan penggumpalan darah bagi penerimanya.

Sementara, negara-negara lain di Uni Eropa yang juga sudah menerima kabar tersebut memutuskan untuk tetap menggunakan vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi nasionalnya.

WHO menyatakan vaksinasi Covid-19 tidak akan memperparah atau mengurangi kesakitan dari penyakit lain serta menjadi penyebab kematian.

Adapun, penggumpalan darah atau tromboemboli vena merupakan salah satu penyakit kardiovaskular paling banyak ketiga yang ditemukan di dunia.

Di samping itu, beberapa negara yang telah melakukan kampanye vaksinasi juga terus memberikan laporan secara terus menerus akan adanya efek samping, atau kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). WHO menilai tidak berarti semua laporan adanya sakit usai vaksinasi adalah efek samping dari vaksinnya.

Namun, WHO mengimbau agar tiap negara tetap melakukan penyelidikan. Hal itu juga untuk menunjukkan bahwa sistem surveilans bekerja dengan baik serta diawasi dengan ketat.

WHO juga terus berkoordinasi dengan European Medicines Agency (EMA) dan seluruh regulator obat dan makanan di seluruh dunia untuk memastikan keamanan vaksin Covid-19 yang digunakan.

Komite Penasihat Global untuk Keamanan Vaksin dari WHO saat ini juga masih melakukan penilaian pada data keamanan terbaru yang tersedia untuk vaksin AstraZeneca.

Kategori: Hoaks

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who hoax Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top