Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh, Gara-Gara Covid-19 Penanganan Tuberkulosis Mundur 8 Tahun

Karena ada wabah Covid-19, fokus pelayanan fasilitas kesehatan beralih seluruhnya untuk penanganan Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  11:23 WIB
Tuberkulosis atau TBC terdiri dari TBC paru dan TBC ekstra paru. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @tbc.indonesia
Tuberkulosis atau TBC terdiri dari TBC paru dan TBC ekstra paru. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @tbc.indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Akibat pandemi Covid-19, penanganan epidemi tuberkulosis atau TBC bisa terhambat dan membuat angka kematian kembali naik setelah sudah bisa turun setiap tahun.

Guru Besar FKUI Profesor Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, bahwa dunia sudah punya target untuk bisa menghentikan epidemi tuberkulosis pada 2030 mendatan, dan menyebut selama ini perkembangan penanganan tuberkulosis sudah semakin baik.

“Tadinya sudah ada kemajuan, penemuan kasus tadinya naik dari 2,6 juta jadi 3,6 juta. Keberhasilan pengobatan juga naik dari 79 persen menjadi 83 persen, kematian juga turun di Asia Tenggara dari 758.000 menjadi 658.000 per tahun,” jelasnya pada konferensi pers, Selasa (23/3/2021).

Namun, karena ada wabah Covid-19, fokus pelayanan fasilitas kesehatan beralih seluruhnya untuk penanganan Covid-19. Dengan demikian, WHO memperkirakan, keberhasilan penanganan tuberkulosis dunia bisa turun seperti ke kondisi pada 2013-2016 akibat Covid-19.

“Situasi penanganan tuberkulosis dunia bisa mundur 6-8 tahun ke belakang. Kemudian kalau fokus kepada Covid terus-terusan ada tambahan jumlah kematian. Misalnya kalau pada 2018 ada 1,49 juta kematian, biasanya turun, gara-gara Covid-19 bisa naik lagi jadi 1,85 juta per tahun,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh pelayanan untuk tuberkulosis terganggu, kecuali pengadaan obat. Tjandra mengungkapkan dari sisi penemuan kasus, pemeriksaan laboratorium, treatment, monitoring, seluruhnya terganggu.

“Belum lagi karena semua orang berkonsentrasi penuh pada Covid-19 sehingga para petugas, perawat yang bisa menangani tuberkulosis ikut beralih fungsi untuk menangani Covid-19,” kata Tjandra.

Dia berharap segenap pemerintah dan masyarakat, beserta para pasien yang masih harus melakukan pengobatan bisa bekerja sama kembali meningkatkan pelayanan tuberkulosis setelah setahun pandemi Covid-19, dan mengejar ketertinggalan pelayanan tahun ini.

“Memang Covid-19 ini penting, tapi kita punya tuberkulosis yang juga harus ditanggulangi,” imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tuberkulosis Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top