Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angka Kematian Covid-19 di Brasil Sentuh Rekor, Rumah Sakit Nyaris Kolaps

Brasil melaporkan 1.641 kematian dalam 24 jam akibat virus mematikan tersebut dan menjadi salah satu negara yang terhantam paling keras akibat pandemi Covid-19 global.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  13:42 WIB
Warga menunggu untuk melakukan rapid tes penyakit virus corona (Covid-19) oleh anggota kelompok sukarelawan
Warga menunggu untuk melakukan rapid tes penyakit virus corona (Covid-19) oleh anggota kelompok sukarelawan "Vidas Indigenas Importam" (Hidup warga penduduk asli penting) di komunitas penduduk asli Igarapes do Diuna, di tepi sungan Negro di Manaus, negara bagian Amazonas, Brazil, Sabtu (6/2/2021). Foto diambil tanggal 6 Februari 2021./Antara - Reuters/Bruno Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Brasil melaporkan angka kematian akibat Covid-19 per harinya mencapai rekor setelah banyak kasus baru datang dan memenuhi rumah sakit.

Hal ini membuat pemerintah setempat harus segera membuat aturan pembatasan baru yang lebih ketat untuk menahan penularan.

Dilansir Bloomberg, Rabu (3/3/2021), Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 1.641 kematian dalam 24 jam akibat virus mematikan tersebut. Brasil menjadi salah satu negara yang terhantam paling keras akibat pandemi Covid-19 global.

Secara keseluruhan, sudah 10.646.926 orang terinfeksi, dengan 257.361 orang di antaranya meninggal dunia akibat Covid-19.

Ketika kasus virus SARS CoV-2 di negara-negara lain mulai surut, Brasil justru masih bergulat dengan lonjakan infeksi, yang makin parah setelah adanya pesta karnaval dan perayaan akhir tahun 2020.

Sekitar 20 kota mencatatkan keterisian tempat tidur rumah sakit lebih dari 80 persen, yang membuat Dewan Nasional Kementerian Kesehatan Brasil harus segera aturan lebih keras, termasuk jam malam nasional dan penutupan bandara untuk menghindari jaringan sistem kesehatan publik dan swasta makin ambruk.

Di sisi lain, lambannya penyuntikkan vaksin, dan keterlambatan Brasil untuk melakukan kampanye imunisasi, Brasil saat ini hanya punya sisa 6 juta dosis vaksin sementara varian virus yang beredar sudah bermutasi dan dinyatakan lebih menular dibandingkan dengan varian dari Wuhan.

Pada studi terbaru yang terbit Selasa (2/3/2021) menunjukkan bahwa strain virus yang disebut Manaus diperkirakan 2,2 kali lebih cepat menular, dan membawa virus 10 kali lebih banyak.

Sementara pada hari yang sama, Wakil Presiden Brasil Hamilton Mourao mengatakan masih menolak kebijakan lockdown, dan menyebut Brasil akan mempercepat program vaksinasi.

Berdasarkan data dari pemerintah setempat, sejauh ini negara dengan 210 juta penduduk itu sudah menyuntikkan 9.157.708 vaksin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top