Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 25-26 Februari di Sejumlah Perairan

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat, Laut Natuna, Selat Karimat hingga Laut Jawa.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  05:30 WIB
Gelombang laut setinggi lebih dari 7 meter menerjang pantai Sembukan, Paranggupito, Wonogiri pada puncak ombak besar Samudera Hindia, Rabu (25/7/2018). Pengelola pantai dan warga setempat melarang wisatawan untuk mendekat ke pantai karena cukup membahayakan keselamatan. - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu
Gelombang laut setinggi lebih dari 7 meter menerjang pantai Sembukan, Paranggupito, Wonogiri pada puncak ombak besar Samudera Hindia, Rabu (25/7/2018). Pengelola pantai dan warga setempat melarang wisatawan untuk mendekat ke pantai karena cukup membahayakan keselamatan. - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan di Indonesia untuk Kamis (25/2/201) hingga Jumat (26/2/2021).

Dikutip dari laman www.maritim.bmkg.go.id, bahwa akan terjadi peningkatan gelombang di beberapa wilayah perairan yang dipicu oleh kecepatan angin.

Wilayah perairan tersebut adalah Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat, Laut Natuna, Selat Karimat hingga Laut Jawa.

Dalam penjelasannya, BMKG menyebut terdapat tekanan rendah 1002 hPa di Samudra Hindia selatan Bali, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umunya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat, Laut Natuna, Selat Karimat hingga Laut Jawa.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Berikut area perairan dengan gelombang sedang, tinggi, dan sangat tinggi:

Area perairan dengan gelombang sedang (1,25 – 2,50 m)

Perairan Utara  Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeuleu-Kepulauan Nias, Perairan Selayam Pulau Sumbawa- Pulau Sawu, Perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia Selatan NTT, Laut Natuna Bagian Selatan, Selat Karimata dan Selat Gelasa, Perairan Utara Kepulauan Bangka Belitung, Perairan Selatan Kalimantan, Laut Jawa.

Kemudian, Perairan Utara Jawa Tengah hingga Kepulauan Kangeran, Selat Makassar Bagian Selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores Bagian Barat, Perairan Kepulauan Selayar-Kepulauan Sabalana, Perairan Utara Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Utara dan Timur Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Area perairan dengan gelombang tinggi (2,50 – 4,0 m)

Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano-Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Batar Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, Selat Sunda Bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali-Lombok-Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat hingga Lombok.

Area perairan dengan gelombang Sangat Tinggi (4,0 – 6,0 m)

Samudra Hindia Barat Lampung hingga Selatan Banten.

Pihak BMKG menyarankan perhatian atas risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran: perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), lapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbau BMKG.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG gelombang tinggi
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top