Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi: Perbaikan Tanggul Citarum Selesai 2 Hari Lagi

Presiden Jokowi menyatakan bahwa tanggul Citarum diketahui jebol di tiga titik sehingga menyebabkan banjir di sekitar wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  15:54 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers usai meninjau bencana bocornya tanggul Citarum di Bekasi, Jawa Barat, Rabu 24 Februari 2021 / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers usai meninjau bencana bocornya tanggul Citarum di Bekasi, Jawa Barat, Rabu 24 Februari 2021 / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan perbaikan Tanggul Citarum akan selesai dalam dua hari ke depan. Jebolnya tanggul ini menyebabkan banjir di sekitar Bekasi, Jawa Barat sejak beberapa hari terakhir.

Saat meninjau bocornya Tanggul Citarum, Rabu (24/2/2021) siang, Jokowi menyebutkan bahwa tanggul tersebut diketahui jebol di tiga titik. Dia meminta instansi terkait mempercepat proses perbaikan tanggul.

“Insyaallah saya memberikan target maksimal 2 hari lagi sudah harus selesai tanggulnya sehingga semuanya bersih dan normal,” kata Jokowi.

Selain itu, pemerintah juga menangani rumah warga yang ikut terdampak akibat jebolnya tanggul sejak Sabtu (20/2/2021) malam. Sedikitnya 30 rumah terdampak akibat kerusakan tanggul tersebut.

“Yang terkena dampak, di sini tadi ada 30 perumahannya juga akan diselesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kerusakan infrastruktur berupa tanggul jebol memicu banjir beberapa desa di wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Banjir terpantau pada Minggu (21/2), pukul 01.00 WIB.

"Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan dari BPBD setempat banjir melanda 4 desa, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari dan Sumber Urip," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati seperti dikutip dari situs resmi BNPB, Minggu (21/2/2021)

Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran. Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut. Petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan tinggi muka air antara 100 hingga 250 cm. 

BPBD telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat, seperti bambu, karung, mie instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang dan lampu tembak. 

Sementara itu, berdasarkan pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB banjir Kabupaten Karawang pada Sabtu (20/2), pukul 22.00 WIB, sebanyak 34 desa di 15 kecamatan terdampak banjir. Banjir disebabkan antara lain akibat hujan intensitas tinggi dan luapan Sungai Citarum. 

Ke-15 kecamatan terdampak yaitu  Kecamatan Rengasdengklok, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Pedes, Cikampek, Purwasari, Ciampel, Pangkalan, Klari, Tempuran, Tirtamulya, Jatisari, Rawamerta, Karawang Barat dan Cilamaya Wetan.

Warga terdampak mencapai 9.331 KK atau 28.329 jiwa, sedangkan 1.075 KK atau 4.184 jiwa mengungsi. 

Banjir mengakibatkan 8.539 unit rumah terendam dan sejumlah infrastruktur terdampak. Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan lanjutan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi banjir bekasi sungai citarum
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top