Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemimpin Hong Kong Disuntik Vaksin Sinovac, Inokulasi Massal Segera Dimulai

Lam dan berbagai kepala departemen serta biro pemerintah dijadwalkan untuk mendapatkan suntikan virus Corona di pusat vaksinasi komunitas di perpustakaan utama Hong Kong pada pukul 14:30 hari ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  16:22 WIB
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam berbicara dalam konferensi pers di Hong Kong, China, Sabtu (15/6/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam berbicara dalam konferensi pers di Hong Kong, China, Sabtu (15/6/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menerima vaksin Covid-19 dari China hari ini, dalam rangka meyakinkan publik ketika pusat keuangan Asia itu bersiap memulai inokulasi atau penyuntikkan massal.

Dilansir Bloomberg, Senin (22/2/2021), Lam dan berbagai kepala departemen serta biro pemerintah dijadwalkan untuk mendapatkan suntikan virus Corona di pusat vaksinasi komunitas di perpustakaan utama Hong Kong pada pukul 14:30 hari ini.

Lam sebelumnya mengatakan dia akan menerima vaksinasi China yang diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd. setelah pemerintah Hong Kong menyetujuinya untuk penggunaan darurat.

Sekitar 1 juta dosis Sinovac dikirim ke kota itu minggu lalu, sementara Lam mengatakan suntikan Covid-19 dari barat yang dikembangkan oleh BioNTech SE dan Pfizer Inc. akan tiba pada akhir bulan. Lam mengatakan dia meminta China untuk memberikan lebih banyak suntikan.

Sementara itu, vaksinasi massal akan dimulai Jumat pekan ini, dimulai dengan kelompok prioritas termasuk pekerja medis, staf panti jompo dan orang-orang berusia 60 tahun ke atas.

Dengan menerima vaksin di depan umum, Lam mengikuti contoh yang diberikan oleh para pemimpin politik lainnya termasuk Presiden Joko Widodo yang telah mendapatkan suntikan lebih awal untuk mendorong warganya agar divaksin.

Lam menghadapi tantangan untuk menyelesaikan misi itu karena sebagian orang tampak ragu-ragu untuk divaksin.

Sebuah survei musim panas lalu oleh Universitas China Hong Kong menemukan bahwa hanya 37 persen penduduk Hong Kong yang ingin mendapatkan vaksin Covid-19, jauh lebih rendah dari 80 persen yang menurut para ahli diperlukan untuk kekebalan massal.

Studi tersebut menemukan bahwa rekomendasi pemerintah adalah cara paling efektif untuk membuat orang menjalani prosedur tersebut.

Adapun peringkat popularitas Lam turun ke rekor terendah tahun lalu karena demontrasi bersejarah dihentikan aturan jarak sosial untuk mengendalikan wabah virus, dan dia telah diserang karena kebijakannya selama pandemi.

Kurangnya kepercayaan pada pemerintahnya terkadang menghambat langkah-langkah pengendalian virus, termasuk ketika banyak orang menolak untuk berpartisipasi dalam uji coba universal yang didukung oleh China karena mereka percaya itu adalah latihan untuk memanen dan mengumpulkan DNA mereka.

Lam juga dikritik karena serangkaian penguncian terbatas yang ditargetkan baru-baru ini dan pengetesan wajib yang gagal mengungkap banyak kasus virus baru. Lam mengatakan fakta bahwa begitu sedikit kasus yang terungkap membuktikan bahwa kebijakan kota itu berhasil.

Hong Kong, dengan populasi 7,5 juta, telah melaporkan kurang dari 11.000 total kasus dan kurang dari 200 kematian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong Vaksin Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top