Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dipolisikan Karena Soroti Kasus Ustaz Maaher, Ini Pembelaan Novel Baswedan

Hal itu diungkapannya dalam wawancara dengan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar di kanal Youtube resminya, Hariz Azhar, yang diunggah kemarin, Jumat (18/2/2021).
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 20 Februari 2021  |  08:59 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi tim kuasa hukumnya memberi keterangan seusai menjalani pemeriksaan Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), Jakarta, Selasa (13/3). Tim kuasa hukum Novel Baswedan mendesak Presiden untuk tetap membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) guna mengusut penyerangan terhadap Novel Baswedan. - Antara
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan didampingi tim kuasa hukumnya memberi keterangan seusai menjalani pemeriksaan Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), Jakarta, Selasa (13/3). Tim kuasa hukum Novel Baswedan mendesak Presiden untuk tetap membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TPGF) guna mengusut penyerangan terhadap Novel Baswedan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan memberikan penjelasan terkait alasannya menyoroti  meninggalnya Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi di rumah tahanan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Hal itu diungkapannya dalam wawancara dengan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar di kanal Youtube resminya, Hariz Azhar, yang diunggah kemarin, Jumat (18/2/2021). Seperti diketahui, lantaran sorotannya itu Novel ke Bareskrim Polri karena diduga menyebarkan informasi palsu atau hoaks.

Sebagai seorang eks anggota kepolisian, Novel mengaku bahwa dia melihat peristiwa itu sebagai sebuah masalah besar. Dia mempertanyakan kenapa Ustaz Maaher yang terkait dengan kasus penghinaan dan sebelumnya telah sakit mesti tetap ditahan.

"Saya tahu persis ya, saya sempat bertugas di kepolisian. Kalau namanya tahanan meninggal di ruang tahanan, itu pasti masalah. dan saya yakin, pasti internal polri memeriksa orang yang bertanggung jawab di situ. Parahnya lagi, adalah kasusnya penghinaan dan sebelumnya sakit. kenapa kok harus paksa ditahan?" demikian jelasnya dalam video tersebut.

Lantaran melihat itu sebagai suatu masalah, Novel angkat bicara. Dia berdalih bahwa langkahnya untuk menyampaikan keresahan itu sudah tepat, terutama karena terkait dengan HAM.

Dengan sorotan itu, Novel berharap kasus meninggalnya tahanan di ruang tahanan tidak terulang lagi ke depan. 

"Kalau saya tahu dan dibiarkan, tidak ada interest, tidak ada rasa gregetan melihat suatu permasalahan terkait HAM, saya kira itu tidak tepat. Jadi, saya merasa sudah pas dan saya berharap ke depan tidak terjadi. Itu masalah berat. Tahanan meninggal banyak...tapi kalau meninggal itu biasanya di rumah sakit atau sedang dalam proses pengobatan yang ditangani petugas medis. Bila meningal di tahanan itu masalah."

Sebelumnya, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) melaporkan Novel Baswedan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena diduga menyebarkan informasi palsu atau hoaks.

Wakil Ketua Umum DPP PPMK Joko Priyoski mengatakan Novel dilaporkan karena diduga telah menyebarkan hoaks, provokasi, dan mendiskreditkan institusi Polri, melalui cuitan di Twitter pribadinya @nazaqistha.

Atas cuitannya tersebut, Joko meminta Bareskrim Polri untuk memanggil dan meminta klarifikasi dari Novel Baswedan.

"Kami meminta Bareskrim Polri dalam hal ini untuk memanggil saudara Novel untuk klarifikasi cuitan tersebut," ucap Joko di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (11/2/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri novel baswedan Haris Azhar
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top