Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
 Menteri Sosial yang juga kader PDIP Tri Rismaharini di Kementerian Sosial RI. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @trirismaharini.official
Premium

Membaca Peluang Risma Kalahkan Anies di Pilgub DKI 2024

18 Februari 2021 | 11:15 WIB
Menurut Pratikno, pemerintah tidak ingin merevisi UU Pilkada. UU Pilkada ialah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemilihan kepala daerah Provinsi DKI Jakarta atau pemilihan gubernur DKI Jakarta masih 3 tahun lagi digelar, namun sudah mulai memanas. Sejumlah partai politik (parpol) sudah mulai ‘perang’ opini dan memunculkan sejumlah nama yang dianggap bisa menyaingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pada Pilkada DKI 2017 atau Pilgub DKI 2017, Anies dan pasangannya kala itu, Sandiga Uno, mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Dajrot Saiful Hidayat.

Kini, Sandiaga Uno menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Adapun pengganti dirinya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta adalah kader Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria alias Ariza. Seperti diketahui, Gerindara dan PKS mengusung Anies dan Sandiaga saat Pilgub DKI 2017.

Adalah eks Wali Kota Surabaya yang juga kader PDIP Tri Rismaharini disebut-sebut calon kuat penantang Anies Baswedan di Pilgub DKI 2024. Risma kini menjabat sebagai menteri sosial. Posisi ini disebut-sebut sebagai jalan Risma menuju Pilgub DKI 2024.

Terbaru, lembaga survei Media Survei Nasional atau Median, Rabu (15/2/2021), merilis hasil jajak pendapat, bahwa elektabilitas Anies Baswedan untuk kembali terpilih memimpin DKI Jakarta masih  tinggi. Bahkan, mengalahkan elektabilitas Risma. Selisih elektabilitas keduanya mencapai 9 persen.

 “Elektabilitas Anies, jika dihadapkan dengan Risma pada Pilgub saat ini berada di angka 45 persen, sementara elektabilitas Risma sebesar 36 persen,” kata Direktur Riset Median Ade Irfan Abdurahman dalam rilis virtual bertajuk Persaingan Ketat Kursi Gubernur DKI Jakarta, Senin (15/2/2021).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top