Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkas Dua Penyuap Eks Mensos Dilimpahkan ke PN Tipikor Jakpus

Kabar itu disampaikan Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Selasa (16/2/2021).
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  18:50 WIB
Juru Bicara KPK Ali Fikri - Antara\r\n\r\n
Juru Bicara KPK Ali Fikri - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yosi Andika Herlambang melimpahkan berkas perkara terdakwa dugaan tindak pidana korupsi Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja terkait Bansos Kemensos tahun 2020 ke Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat.

Kabar itu disampaikan Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Selasa (16/2/2021). “Penahanan para terdakwa tersebut beralih dan menjadi kewenangan Pengadilan NEgeri Tipikor,” kata dia.

Selanjutnya, dia menambahkan, tim jaksa penuntut umum (JPU) menunggu penetapan majelis hakim yang bakal memimpin persidangan dan penetapan sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Adapun para terdakwa masing-masing didakwa dengan dakwaan pertama, Pasal 5 ayat (1) huruf b UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan kedua, Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus Corona (Covid-19).

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Selaku penerima, Juliari, Adi dan Matheus dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, selaku pemberi, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi bansos kemensos
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top