Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target Vaksinasi 36.000 Orang Sehari, Hong Kong Tidak Vaksin Lansia

Pemerintah Hong Kong kemungkinan tidak akan melakukan vaksinasi pada seluruh lansia.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  11:44 WIB
Warga Hong Kong menikmati malam di tepi laut di distrik Tsim Sha Tsui sambi menyaksikan bangunan di seberang Pelabuhan Victoria terang benderang,/Bloomberg - Anthony Kwan
Warga Hong Kong menikmati malam di tepi laut di distrik Tsim Sha Tsui sambi menyaksikan bangunan di seberang Pelabuhan Victoria terang benderang,/Bloomberg - Anthony Kwan

Bisnis.com, JAKARTA – Hong Kong berencana memulai penyuntikan vaksin Covid-19 pada akhir Februari mendatang menggunakan vaksin Pfizer. Rencananya, lansia tak akan menjadi target penyuntikan.

Adapun, vaksinasi yang dilakukan di Hong Kong dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, sehingga Pemerintah Hong Kong tidak terburu-buru melakukan vaksinasi seperti yang sudah dilakukan di London dan Amerika Serikat (AS).

Pada rencana vaksinasi ini, Pemerintah Hong Kong kemungkinan tidak akan melakukan vaksinasi pada seluruh lansia dan penghuni panti jompo secara sekaligus.

Hong Kong akan melakukan pendekatan vaksinasi pada kelompok rentan secara bertahap.

“Karena ketika mereka terserang demam, banyak yang harus dibawa ke rumah sakit untuk diobservasi. Kami tidak mau tiba-tiba banyak lansia harus dibawa ke rumah sakit kalau-kalau terserang demam setelah vaksinasi,” kata Thomas Tsang, Tim Satgas Program Vaksinasi Hong Kong, dilansir Bloomberg, Kamis (28/1/2021).

Pemerintah Hong Kong juga tidak akan mengikuti jejak vaksinasi yang dilakukan Inggris, yang langsung menguras seluruh pasokan vaksin dosis pertamanya dan menunggu kedatangan batch vaksin selanjutnya untuk penyuntikan dosis kedua.

Menurut Tsang, kekurangan pasokan vaksin akan memberikan hambatan besar bagi pemerintah yang tengah berupaya melakukan vaksinasi kepada warganya.

Kepala Pejabat Hong Kong Carrie Lam mengatakan China akan menambah pasokan suntikan vaksin karena ada hambatan pada pesanan vaksin dari negara lain.

Lam mengatakan sedang menantikan vaksin dari Sinopharm, yang sampai saat ini belum meneken kontrak dengan Hong Kong.

Hong Kong sudah membeli vaksin dari Pfizer/BioNTech, Sinovac, dan AstraZeneca untuk disuntikkan kepada 7,5 juta penduduknya, dan sedang berupaya meneken kesepakatan lainnya untuk mendorong ketersediaan vaksin dua kal lipat dari populasinya.

Tsang mengatakan, vaksin dari BioNTech, yang pekan ini akan mendapat persetujuan edar dari Pemerintah Hong Kong, akan datang untuk tahap pertama sebanyak 1 juta sampai 1,5 uta dosis setiap bulan. Namun, batch pertama ini belum akan hadir sampai pertengahan Februari.

Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co., yang memasarkan vaksin di seluruh wilayah China, mengatakan vaksin akan mulai dikirimkan langsung dari Jerman dan akan disimpan di gudang suhu rendah sebelum disebarkan ke pusat-pusat penyuntikkan.

Untuk penyuntikan vaksin, Hongkong menyiapkan 18 pusat vaksinasi publik, di tiap distrik, untuk menlakukan vaksinasi pada 2.000 orang per hari di tiap pusatnya bersamaan dengan persiapan peluncuran vaksin dari BioNTech SE dan Pfizer Inc.

Dengan adanya 18 pusat vaksinasi tersebut, Hong Kong ditargetkan menyuntikkan vaksin sampai 36.000 orang per hari. Hong Kong hanya akan melakukan vaksinasi menggunakan vaksin dari BioNTech.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lansia Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top