Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Lagi Jadi Presiden, Ini Alasan Donald Trump Buka Kantor di Florida

Donald Trump membuka kantor yang akan dipergunakan untuk menjalankan tugasnya sebagai mantan presiden dan berusaha melanjutkan agenda pemerintahannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  01:26 WIB
Tak Lagi Jadi Presiden, Ini Alasan Donald Trump Buka Kantor di Florida
Eks Presiden AS Donald Trump. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump membuka kantor yang akan dipergunakan untuk menjalankan tugasnya sebagai mantan presiden dan berusaha melanjutkan agenda pemerintahannya.

Donald Trump membuka kantornya tersebut di Florida pada Senin, (25/1/2021). "Kantor akan bertanggung jawab untuk mengelola korespondensi, pernyataan publik, penampilan, dan kegiatan resmi Presiden Trump untuk memajukan kepentingan Amerika Serikat dan untuk menjalankan agenda pemerintahan Trump melalui advokasi, pengorganisasian, dan aktivisme publik," bunyi pernyataan resmi dikutip dari Reuters, Selasa (26/1/2021).

Pengumuman itu datang pada hari yang sama ketika Kongres AS mengirimkan kepada Senat artikel pemakzulan yang menuduh Trump menghasut pemberontakan dalam pidatonya kepada para pendukungnya sebelum kerusuhan terjadi di Gedung US Capitol pada 6 Januari. Sidang Senat diperkirakan akan dimulai pada 20 Februari.

Dalam sambutan perpisahan di hari terakhirnya sebagai presiden pada Rabu (20/1) lalu, Trump mengatakan kepada para pendukungnya bahwa dia akan kembali. Namun, Trump tidak muncul di depan umum sejak terbang hari itu ke resor Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida.

Sebelum meninggalkan kantor, Trump berbicara dengan rekannya tentang pembentukan partai politik yang disebut "Partai Patriot," menurut laporan Wall Street Journal.

Sebelum meninggalkan jabatannya, Donald Trump berusaha untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilu 3 November dari politikus Demokrat, Joe Biden. Dia dengan keliru mengklaim bahwa telah terjadi kecurangan dalam pemilihan umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Donald Trump

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top