Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemda di Wilayah Bencana Diminta Segera Dirikan Posko Darurat

BNPB mencatat sebanyak 185 bencana terjadi sepanjang 1 hingga 21 Januari 2021 dengan bencana hidrometeorologi mendominasi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  18:06 WIB
Sejumlah warga mengungsi di dataran tinggi di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (15/1/2021). Untuk menghindari terjadinya gempa bumi susulan sebagian warga mencari tempat pengungsian tinggi dan aman. - ANTARA FOTO/Akbar Tado
Sejumlah warga mengungsi di dataran tinggi di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (15/1/2021). Untuk menghindari terjadinya gempa bumi susulan sebagian warga mencari tempat pengungsian tinggi dan aman. - ANTARA FOTO/Akbar Tado

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 dan  Wiku Adisasmito mengingatkan pemerintah daerah untuk mendirikan posko di daerah bencana sebagai pusat bantuan dan koordinasi selama masa darurat.

Dia mengatakan bahwa pendirian posko dapat membantu pemerintah daerah memegang kendali penanganan bencana di wilayahnya. Selain itu, adanya posko darurat membuat penanggulangan pandemi dan bencana dapat dilakukan lebih efektif.

“Agar menjadi catatan di dalam setiap posko diharapkan adanya keterlibatan BPBD di daerah, Dinkes, Satpol PP, TNI, Polri, Kominfo, Badan Intelijen Daerah dan relawan lainnya,” katanya saat konferensi pers virtual, Kamis (21/1/2021).

Menurut Wiku, kehadiran posko darurat dapat menjadi titik pemantauan apabila menemukan kejadian yang berorientasi pada risiko penularan. Posko darurat dapat membantu Pemda melakukan langkah pencegahan.

“Terkait penanggulangan bencana alam, posko diharakan menjadi pusat pengumpulan dan penyaluran bantuan. Selain itu, apabila di tengah keadaan darurat masyarakat memiliki kebutuhan tertentu ini diharapkan dapat langsung mengunjungi posko yang ada,” katanya.

Sementara itu, bagi daerah bencana yang belum memiliki posko diminta segera mengalokasikan anggaran untuk pengadaan posko darurat baik di tingkat provinsi, kabupaten kota hingga kelurahan dan RT/RW.

BNPB mencatat sebanyak 185 bencana terjadi sepanjang 1 hingga 21 Januari 2021. Data per 21 Januari 2021, pukul 10.00 WIB, bencana hidrometeorologi masih mendominasi jumlah bencana hingga minggu keempat Januari tahun ini.

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung mendominasi kejadian bencana. Catatan BNPB, sebanyak 127 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan tanah longsor 30 dan puting beliung 21. Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu gelombang pasang 5 kejadian dan gempa bumi 2.

Dari sejumlah kejadian, meskipun banjir paling sering terjadi, gempa bumi paling banyak mengakibatkan korban jiwa hingga kini. Korban meninggal akibat gempa bumi berjumlah 91 jiwa, tanah longsor 41 dan banjir 34, sedangkan hilang banjir 8 dan gempa 3.

Demikian juga korban luka, gempa bumi masih paling banyak mengakibatkan tingginya jumlah korban. BNPB mencatat korban luka-luka akibat gempa bumi 1.172 jiwa, tanah longsor 26, puting beliung 7 dan banjir 5 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir bencana alam Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top