Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkes Ungkap Hasil Kajian Varian Baru Covid-19, Ini Tiga Temuannya 

Dari kajian tersebut, kata Budi, ada tiga hasil yang dilaporkan. Pertama, virus ini terbukti lebih mudah menular; kedua, virus mutasi ini tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal; ketiga, virus ini sudah terbukti bisa dideteksi swab antigen atau PCR.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  18:08 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah terus melakukan kajian dan upaya deteksi terhadap varian baru virus corona yang belum lama ini dilaporkan sudah berkembang di sejumlah negara.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan pemerintah sudah meminta para ahli untuk mengkaji munculnya varian baru dari virus Sars-Cov2 atau varian baru Virus Covid-19 di South Wales Inggris.

Dari kajian tersebut, kata Budi, ada tiga hasil yang dilaporkan. Pertama, virus ini terbukti lebih mudah menular; kedua, virus mutasi ini tidak terbukti lebih parah atau lebih fatal; ketiga, virus ini sudah terbukti bisa dideteksi swab antigen atau PCR.

Saat ini, sejumlah negara di Eropa dan Australia melaporkan telah mengidentifikasi virus serupa yang dinamakan Sars-Cov-2-VUI2020-12/01. Adapun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah virus dengan tingkat penularan yang lebih tinggi tersebut tersebut sudah ada di Indonesia.  

"Pertanyaannya, apakah strain virus ini sudah ada di Indonesia? sampai sekarang kami belum tahu, karena untuk bisa mendeteksi strain virus ini harus dilakukan whole genome sequencing," ujar Budi dalam konferensi pers virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Dia menuturkan, saat ini pemerintah telah berkoordinasi dengan 11 laboratorium di Indonesia dan juga laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang memiliki kemampuan untuk melakukan whole genome sequencing dan bertukar informasi untuk mendeteksi varian baru virus ini.

"Kami juga akan memastikan bahwa rumah sakit-rumah sakit rujukan yang banyak pasien Covid-19-nya untuk mengirimkan sampelnya secara rutin," ujar Budi.

Untuk mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 ini, pemerintah telah resmi menutup sementara seluruh pintu kedatangan Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan penutupan terhadap WNA itu dilakukan pada 1-14 Januari 2021.

"Ratas pada 28 Desember ini memutuskan menutup sementara dari 1-14 Januari 2021 masuknya WNA dari semua negara ke Indonesia," kata Retno dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin, 28 Desember 2020.

Dalam kesempatan terpisah, Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, terus mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. 

Menurut Wiku, penerapan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, merupakan satu-satunya senjata yang saat ini dimiliki untuk memotong rantai penularan virus Covid-19 sekaligus menghambat mutasinya.  

"Virus ini secara alamiah selalu melakukan mutasi pada saat melakukan penularan, jadi sebenarnya kalau kita ingin mencegah supaya virus ini tidak bermutasi, maka jangan diberikan kesempatan untuk bisa menular dari manusia ke manusia. Jadi dengan cara memotong mata rantai penularan dengan melakukan 3M, virusnya kesulitan untuk melakukan mutasi," katanya dalam talkshow bertajuk “Membedah Regulasi Larangan Masuk Bagi Warga Asing”, Selasa (29/12/2020). 

Sementara itu, untuk WNA yang telah tiba di Indonesia sejak hari ini sampai 31 Desember, diharuskan menunjukkan bukti negatif PCR yang berlaku selama 2x24 jam sebelum keberangkatan. Lalu saat tiba di Indonesia wajib melakukan pemeriksaan ulang RT PCR dan melakukan karantina selama lima hari di tempat yang sudah disediakan pemerintah.

Setelah melakukan karantina, WNA masih harus melakukan pemeriksaan RT PCR kembali, apabila hasilnya negatif maka diperkenankan meneruskan perjalanan di Indonesia.

"Aturan tersebut sesuai ketentuan dalam adendum Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal Dan Menyambut Tahun Baru 2021," ucap Retno.

Aturan dan tahapan kedatangan di masa Covid-19 tersebut juga berlaku untuk WNI yang tinggal di luar negeri dan ingin kembali ke Indonesia. Namun penutupan sementara perjalanan WNA ke Indonesia dikecualikan bagi kunjungan resmi pejabat setingkat menteri.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Virus Corona Covid-19

Sumber : Tempo

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top