Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peringatkan Warga, Satgas Covid-19: Jangan Sampai Jadi Hari Raya Terakhir!

Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengeluhkan jumlah masyarakat yang tetap melakukan perjalanan jauh terbilang tinggi.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  17:48 WIB
Ilustrasi - Petugas medis mengambil sampel darah wisatawan saat rapid test di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). Rapid test dan swab test yang digelar Satgas Covid-19 Pemkab Bogor dilakukan secara acak di tiga titik sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran Covid-19 dari wisatawan pada cuti bersama dan libur Maulid Nabi Muhammad SAW. ANTARA FOTO - Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi - Petugas medis mengambil sampel darah wisatawan saat rapid test di kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2020). Rapid test dan swab test yang digelar Satgas Covid-19 Pemkab Bogor dilakukan secara acak di tiga titik sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran Covid-19 dari wisatawan pada cuti bersama dan libur Maulid Nabi Muhammad SAW. ANTARA FOTO - Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memberi peringatan keras kepada masyarakat yang tetap memutuskan untuk mudik pada saat Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Wiku tampak geram lantaran imbauan dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 tidak diindahkan oleh masyarakat untuk tetap tinggal di rumah sepanjang libur akhir tahun. Alasannya, tingkat penyebaran Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi.

“Jangan sampai hari raya ini menjadi hari raya terakhir bersama keluarga dan orang terdekat hanya karena kita memaksakan saat berpergian ataupun saat kita lengah dan abai terhadap protokol kesehatan,” kata Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan Kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (22/12/2020).

Dia mengeluh jumlah masyarakat yang tetap melakukan perjalanan jauh terbilang tinggi. Padahal, dia menuturkan, Satgas Penanganan Covid-19 sudah mengingatkan bahaya bepergian di tengah kondisi pandemi yang belum terkendali saat ini.

“Meski Satgas sudah mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah saat liburan kami melihat tetap banyak individu yang memutuskan untuk berpergian,” kata dia.

Pemerintah secara resmi memangkas libur panjang akhir tahun atau cuti bersama sebanyak tiga hari dari 28-30 Desember 2020.  

Hal itu disampaikan Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi terkait pengurangan jatah cuti bersama yang berbarengan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2020. 

"Dari 28-30 Desember 2020 tidak ada libur. [Masyarakat] tetap masuk kerja seperti biasa," ujar Muhadjir dalam keterangan pers secara virtual, Senin (1/12/2020). 

Dengan keputusan tersebut, pemerintah membagi libur panjang sebanyak 11 hari menjadi dua libur akhir pekan (long weeekend). Pemerintah memutuskan untuk memberikan libur Natal serta pengganti Idul Fitri selama 1 hari, yakni dari 24 sampai dengan 27 Desember 2020.

Selanjutnya, periode cuti bersama akhir tahun dimulai pada 31 Desember 2020 sebagai pengganti libur Idul Fitri dan 1 Januari 2021 untuk libur tahun baru. Masa libur berlanjut pada 2-3 Januari 2021 lantaran jatuh pada Sabtu dan Minggu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top