Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenlu Fasilitasi Repatriasi 74 ABK WNI dari Berbagai Negara

Para anak buah kapal atau ABK yang berkewarganegaraan Indonesia itu tersebar di sejumlah kapal berbendara asing dan berada di beberapa negara.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  16:52 WIB
Ilustrasi - Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2020). Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO - Hasnugara
Ilustrasi - Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (8/5/2020). Sebanyak 14 WNI ABK yang diduga mengalami eksploitasi di kapal berbendera China tersebut tiba di Indonesia dan akan menjalani karantina kesehatan di asrama milik Kementerian Sosial. ANTARA FOTO - Hasnugara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri memfasilitasi kepulangan lebih dari 70 anak buah kapal (ABK) WNI ke Tanah Air pada Desember 2020.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan terdapat 41 ABK WNI yang bekerja di kapal ikan tersebut terdiri dari 18 ABK WNI dari kapal ikan berbendera China yang berada di Karachi, Pakistan dan 23 ABK dari kapal ikan berbendera Belize yang berada di Lima, Peru.

“Selain 41 ABK tersebut, Insya Allah nanti malam juga akan tiba di Tanah Air 14 ABK yang bekerja di kapal ikan China yang berada di Korea Selatan,” katanya saat press briefing, Rabu (16/12/2020).

Mereka sempat tertahan sejak Mei 2020 di Micronesia karena sulitnya akses penerbangan selama Covid-19.

Selain itu, terdapat 19 nelayan tradisional asal Aceh juga berhasil dipulangkan pada tanggal 12 Desember 2020 dari Andaman, India. Para nelayan tersebut ditangkap otoritas India karena tuduhan melanggar batas wilayah.

Namun, mereka telah dibebaskan setelah mendapatkan pendampingan kekonsuleran dan jasa pengacara yang disediakan KBRI New Delhi.

“Saat ini KBRI New Delhi masih terus melakukan pendampingan kepada 39 nelayan lainnya yang masih berproses hukum di Andaman. Kedua, mengenai repatriasi korban TPPO dari Malaysia,” terangnya.

Pada November 2020, perwakilan RI di Dakar, Senegal juga memfasilitasi pemulangan 13 ABK WNI yang sempat tertahan ke Tanah Air. Para ABK WNI tersebut tiba pada Selasa (10/11/2020).

Proses pemulangan telah dimulai sejak 27 Oktober sebanyak 33 ABK dan 3 November 2020 untuk 42 ABK lainnya. Adapun jadwal pemulangan hari ini merupakan yang terakhir.  "Sehingga seluruh 88 ABK WNI yang stranded di Senegal telah berhasil dipulangkan semuanya," kata Menlu Retno dalam press briefing, Selasa (10/11/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni kemenlu abk
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top