Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Ingat Kasus Korupsi Berjamaah di DPRD Sumut? Ini Perkembangannya

14 eks anggota DPRD Sumatera Utara yang diduga menerima uang suap Rp6,5 miliar dari bekas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mulai disidang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Desember 2020  |  20:26 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap DPRD Sumatra Utara Tiaisah Ritonga (kiri) berjalan meninggalkan ruangan usai mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (14/02/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Terdakwa kasus dugaan suap DPRD Sumatra Utara Tiaisah Ritonga (kiri) berjalan meninggalkan ruangan usai mengikuti sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (14/02/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Pengadilan Tipikor Medan mulai mengadili 14 eks anggota DPRD Sumatera Utara yang diduga menerima uang suap Rp6,5 miliar dari bekas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, untuk pengesahkan LPJP APBD Sumut TA 2012 dan APBD Perubahan TA 2013.

Dikutip dari Antara, Senin (14/12/2020), Jaksa KPK, Ronald Ferdinand, Hendradi, dan Wahyu, dalam dakwaannya secara virtual di Pengadilan Tipikor Medan, menyebutkan, ke-14 terdakwa itu, menerima suap melalui Randiman Tarigan yang saat itu menjabat sekretaris DPRD Sumatera Utara, Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Sumatera Utara, Baharuddin Siagian, dan Bendahara Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Alinafiah. 

JPU menyebutkan, ke-14 bekas anggota DPRD Sumatera Utara itu melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 juncto pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jaksa KPK membacakan dakwaan secara bergantian di Pengadilan Tipikor Medan, sedangkan ke-14 mantan anggota DPRD Sumatera Utara tetap berada di LP Medan. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai Immanuel Tarigan menanyakan kepada penasihat hukum terdakwa anggota DPRD Sumatera Utara apakah akan mengajukan tanggapan atas dakwaaan JPU.

Namun penasihat hukum para terdakwa, Kamil Pane, mengatakan, tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU terhadap kliennya. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan melanjutkan sidang pada Senin (21/12/2020) untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Proses hukum terhadap ke-14 anggota DPRD Sumut ini merupakan gelombang keempat dalam kasus suap Nugroho. Pada 3 gelombang sebelumnya, puluhan bekas anggota DPRD Sumatera Utara telah diadili, dinyatakan bersalah, dan sebagian telah selesai menjalani hukuman

Adapun ke 14 terdakwa itu  yakni NH, JH, AHH, SH, RML, ID, MA, IBN, SH, dan MLY, RN, LS, JS dan RPH. Mereka adalah bekas anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014 -2019.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi sumatra utara pengadilan tipikor

Sumber : Antara

Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top