Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bertambah 38.772 Kasus Covid-19 di India, Totalnya 9,4 Juta Orang

Dengan jumlah kasus itu, maka India menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 November 2020  |  14:59 WIB
Tenaga kesehatan dan kerabat membawa jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat penyakit  Covid-19 dari ambulans ke krematorium di New Delhi, India, Jumat (13/11/2020). - Antara/Reuters\r\n
Tenaga kesehatan dan kerabat membawa jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat penyakit Covid-19 dari ambulans ke krematorium di New Delhi, India, Jumat (13/11/2020). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kasus harian Covid-19 di India mencapai 38.772 orang per hari ini, Senin (30/11/2020). Dengan begitu, seperti dilaporkan Kementerian Kesehatan India, total kasus Covid-19 di negara itu mencapai 9,43 juta kasus.

Dengan jumlah kasus itu, maka India menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun, kasus baru harian Covid-19 di India telah menurun sejak mencapai puncaknya pada September 2020.

Kenaikan kasus baru itu menjadikan hari ke-23 berturut-turut di mana kasus harian Covid-19 tetap di bawah angka 50.000.

Jumlah korban jiwa akibat Covid-19 di India bertambah 443 orang dalam 24 jam terakhir. Total korban jiwa akibat wabah virus Corona di negara itu mencapai 137.139 kasus.

Terkait upaya pengadaan vaksin Covid-19, India mengharapkan vaksin Covid-19 yang didukung pemerintah akan diluncurkan pada awal Februari 2020, saat negara itu juga sedang melakukan uji coba tahap akhir vaksin Sputnik V dari Rusia.

Selain itu, Kepala Institut Serum India, yang membuat vaksin Covid-19 AstraZeneca, mengatakan bahwa pada 23 November hasil uji coba dengan status akhir positif dari kandidat vaksin akan memungkinkan institut tersebut untuk mencari otorisasi penggunaan darurat pada akhir tahun, sebelum mendapatkan persetujuan untuk peluncuran penuh pada Februari atau Maret tahun depan.

Sementara itu, Dewan Riset Medis India (ICMR) membantu penyelidikan atas dugaan reaksi merugikan selama uji coba vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Namun, kata seorang pejabat senior ICMR pada Minggu (29/11/2020), mereka tidak menemukan alasan untuk merekomendasikan untuk menghentikan pengujian.

Seorang pria berusia 40 tahun menyampaikan dalam surat keluhan bahwa dia menderita gejala gangguan 'neurologis dan psikologis' yang serius setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dalam uji coba yang dijalankan oleh Institut Serum India (Serum Institute of India/SII), yang merupakan mitra lokal di India untuk perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top