Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Novel Baswedan Mengaku akan Keluar dari KPK, Jika...

Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengaku sempat berencana mengundurkan diri dari lembaga antirasuah tersebut, tapi keinginan itu diredamnya.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 30 November 2020  |  11:05 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) menyapa awak media usai rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2/2020). -  ANTARA / Dhemas Reviyanto
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) menyapa awak media usai rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (7/2/2020). - ANTARA / Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku sempat akan mengundurkan diri dari lembaga antirasuah itu. Namun, keinginan itu kemudian diredamnya.

Saat berbincang bersama Karni Ilyas di akun Youtuber Karni Ilyas Club, Novel mengaku beberapa waktu lalu sempat ingin mengajukan pengunduran diri. Namun, dia masih menunggu waktu.

“Sejujurnya beberapa waktu yang lalu saya ingin mundur. Tapi kemudian ketika saya timbang-timbang kembali saya berfikir saya akan menunggu sampai ke masa yang betul-betul tidak bisa ngapa-ngapain tidak bisa berbuat yang sungguh-sungguh, saya akan mundur di sana,” kata Novel dikutip Senin (30/11/2020).

Dia mengatakan saat ini arah pada pelemahan KPK sangat terlibat. Pertama, dia menyoroti tentang independensi. Menurutnya, poin ini menjadi sangat penting agar pegawai dapat bekerja dengan integritas dan profesional.

“Kalau independensinya lemah atau tidak independen lagi bagaimana kita berharap bisa bekerja benar,” ujarnya.

Selain itu, Novel juga menyoroti terkait intervensi saat penegak hukum mulai menangani perkara besar. Dia menuturkan, ketika bekerja di tengah jalan kemudian dipindahkan, penyidik yang bekerja bisa saja diberikan sanksi dan tidak dapat berbuat apapun.

“Ini yang menjadi kerisauan. Saya berharap ke depan semoga pemerintah mau memahami itu, bahwa kepentingan memberantas korupsi adalah kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK novel baswedan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top