Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korea Selatan Luncurkan Komite Presiden untuk Kampanye Netral Karbon

Pemerintah Korsel berupaya menciptakan posisi wakil menteri baru untuk bertanggung jawab atas kebijakan energi di Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 28 November 2020  |  10:34 WIB
Pemerintah Korea Selatan menempatkan pengembangan pada tiga industri baru utama dan energi terbarukan - Reuters
Pemerintah Korea Selatan menempatkan pengembangan pada tiga industri baru utama dan energi terbarukan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Moon Jae-in mengumumkan rencananya untuk membentuk badan kepresidenan yang menyatakan tujuan Korea Selatan menjadi negara netral karbon pada tahun 2050.

Melansir The Korea Times pada Sabtu (28/11/2020), upaya tersebut merupakan bagian dari sistem pemerintah yang kuat untuk mendorong visi netral karbon 2050. Dia mengatakan organisasi pemerintah-swasta yang direncanakan akan dinamai "Komite Netralitas Karbon 2050.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan berupaya untuk menciptakan posisi wakil menteri baru untuk bertanggung jawab atas kebijakan energi di Kementerian Perdagangan, Perindustrian dan Energi.

Moon Jae-In mengatakan transisi besar menuju masyarakat netral karbon akan menjadi kesempatan untuk secara bersamaan mengejar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup. Hal tersebut dia sampaikan saat pertemuan antarlembaga tentang penyusunan strategi netral karbon yang dihadiri oleh para kepala kementerian terkait dan pejabat senior Partai Demokrat.

Dia menambahkan Pemerintah Korea Selatan akan mendorong karbonisasi rendah di semua sektor ekonomi.

"Transformasi struktural sistem energi adalah titik awal," tegasnya.

Moon Jae-In mengungkapkan skema untuk menempatkan fokus pada pengembangan tiga industri baru utama, energi terbarukan, hidrogen dan energi IT untuk mempercepat transformasi Korea Selatan. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini Negeri Ginseng merupakan salah satu negara industri yang paling bergantung bahan bakar fosil.

Secara khusus, dia mengatakan pemerintahannya akan menumbuhkan bisnis produksi mobil di masa depan sebagai industri terkemuka, berjanji untuk meletakkan dasar yang kuat untuk bergerak menuju netralitas karbon sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan emisi karbon
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top