Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Maybank, Polri: Ganti Rugi Tak Setop Proses Hukum

Awi menambahkan peristiwa pidana sudah terjadi dan pelaku tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 November 2020  |  03:31 WIB
Nasabah beraktivitas di salah satu gerai anjungan tunai mandiri (ATM) Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Nasabah beraktivitas di salah satu gerai anjungan tunai mandiri (ATM) Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Proses hukum kasus Maybank akan terus berjalan walau pihak bank memberikan ganti rugi kepada korban.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan peristiwa pidana yang terjadi tidak akan terhapuskan oleh ganti rugi.

Sebelumnya, pihak Maybank menyatakan kesediaan memberikan ganti rugi uang nasabah atlet e-Sport Winda Lunardi alias Winda Earl senilai Rp16,8 miliar.

"Terkait dengan pihak Maybank memberikan ganti rugi, yang jelas tidak akan menghapuskan peristiwa pidananya," kata Brigjen Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Awi menambahkan peristiwa pidana sudah terjadi dan pelaku tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terkait kemungkinan ditetapkannya tersangka baru dalam kasus ini, Awi menyebut hal itu kewenangan penyidik. "Kita tunggu dari penyidik," katanya.

Sebelumnya, Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial AT ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini pada 6 November 2020. AT diduga menggasak uang Winda Earl mencapai Rp22 miliar dan menyerahkannya ke temannya untuk diinvestasikan.

Penyidik Bareskrim telah menyita aset tersangka AT berupa mobil, tanah, dan bangunan.

Atas perbuatannya, tersangka AT dijerat dengan Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman pidana penjara delapan tahun atau denda maksimal Rp100 miliar.

Kemudian Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri maybank

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top