Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Suksesi Panglima TNI: Andika Perkasa Paling Berpeluang, Yudo Margono Kuda Hitam

Jika pergantian dilakukan setelah pertengahan tahun depan, peluang KSAL Yudo Margono akan menguat. Bagaimana peluang Andika Perkasa?
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 26 November 2020  |  19:31 WIB
Suksesi Panglima TNI: Andika Perkasa Paling Berpeluang, Yudo Margono Kuda Hitam
Yudo Margono saat menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I dengan pangkat Laksamana Madya TNI. - Antara/Syaiful Hakim
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -  Seperti halnya Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis, Panglima TNI Hadi Tjahjanto juga akan segera memasuki masa purnabakti sebagai perwira aktif.

Berbagai spekulasi pun bermunculan ihwal siapa yang berpeluang mengambil alih tongkat komando TNI.

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyampaikan, jika penggantian dilakukan dalam waktu dekat, KSAD Andika Perkasa berpeluang paling besar untuk menjadi suksesor Hadi.

“Namun jika pergantian dilakukan setelah pertengahan tahun depan, walaupun peluang Andika tidak tertutup, peluang KSAL Yudo Margono juga akan menguat,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (25/11/2020)  malam.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa/Youtube

Dia beralasan, jika pergantian Panglima TNI dilakukan setelah pertengahan 2021, KSAD Andika akan berusia 58 tahun atau juga memasuki usia pensiun.

“Artinya kira-kira hanya akan menjabat kurang lebih setahunan, jika beliau baru diangkat menjadi Panglima TNI pada November 2021 atau di usia 57 tahun. Masa jabatan yang terlalu singkat atau terlalu panjang di puncak, akan berdampak kurang bagus untuk organisasi,” jelasnya.

Namun, jika penggantian Panglima TNI terjadi sebelum masa pensiun atau berkaitan dengan reshuffle kabinet, Khairul menilai hal itu tidaklah lazim dan berpotensi menimbulkan polemik.

Pasalnya, jika hal itu dilakukan tanpa alasan kuat akan memunculkan kesan "pencopotan di tengah jalan" yang bisa diartikan pejabatnya dianggap bermasalah. Bahkan, kata Khairul, akan muncul asumsi hal itu dilakukan dalam rangka memuluskan kepentingan tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panglima tni ksal Andika Perkasa
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top