Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Resmi Keluar dari Perjanjian Langit Terbuka

Mike Pompeo mengatakan Amerika lebih aman karena penarikan itu, sambil menambahkan Rusia tetap tidak mematuhi kewajibannya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 November 2020  |  10:27 WIB
Menlu AS Mike Pompeo - Bloomberg/Andrew Harrer
Menlu AS Mike Pompeo - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat  (AS) secara resmi menarik diri dari kesepakatan langit terbuka (open skies treaty) yang mengizinkan 34 negara berpartisipasi untuk saling mengamati kegiatan militer satu sama lain tanpa melibatkan senjata.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan langkah itu diambil setelah enam bulan sejak AS pada Mei lalu menyampaikan kepada negara-negara yang telah menyetujui penarikan diri itu.

Pada Minggu (22/11/2020), "Amerika Serikat bukan lagi negara yang terlibat Perjanjian Open Skies," menurut pernyataan itu seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (23/11/2020).

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, di Twitter, mengatakan "Amerika lebih aman" karena penarikan itu, sambil menambahkan "Rusia tetap tidak mematuhi kewajibannya".

Rusia dituduh berulang kali melanggar kesepakatan tersebut dengan memblokir penerbangan pengintai di sekitar daerah tertentu, termasuk daerah kantong Rusia Kaliningrad dan perbatasan dengan Georgia.

Perjanjian pengendalian senjata tersebut disepakati pada tahun 1992, sehingga memungkinkan negara-negara yang berpartisipasi, termasuk AS dan Rusia, untuk melakukan penerbangan pengamatan tak bersenjata di atas wilayah satu sama lain.

Setiap negara memiliki kuota tahunan untuk berapa banyak penerbangan yang harus diterima, dan berapa banyak yang dapat dilakukan.

Sementara, para kritikus mengatakan penarikan itu merupakan pukulan besar bagi sekutu AS, namun hal itu tidak serta merta membatalkan perjanjian.

Adapun, Moskow telah menunjukkan dirinya lebih tertarik pada pengawasan udara negara-negara Eropa daripada pengawasan AS.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuntut jaminan tertulis dari anggota NATO yang tersisa bahwa data apa pun yang mereka kumpulkan mulai saat ini tidak akan dibagikan dengan AS. Dia juga mengatakan pangkalan AS di Eropa tidak akan dibebaskan dari misi pengawasan Rusia.

Penarikan itu merupakan "satu pukulan lagi" oleh Presiden AS Donald Trump untuk upaya pengendalian senjata.

Meskipun satelit pengintai AS lebih unggul dari pesawat yang diizinkan dalam perjanjian open skies, namun perjanjian tersebut memiliki "beberapa keuntungan".

Salah satunya termasuk memberikan "sekutu dan mitra AS, yang kekurangan satelit pencitraan yang canggih dan kesempatan untuk mengumpulkan data.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat rusia
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top