Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efektivitas Vaksin Covid-19 Baru Ketahuan Februari 2021

Efektivitas salah satu vaksin Covid-19, Sinovac, baru diketahui usai proses uji klinis fase III pada rentang Februari - Maret 2021.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 19 November 2020  |  15:58 WIB
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September.  - Bloomberg\r\n
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat efektivitas salah satu vaksin Covid-19 yang sedang diuji di Indonesia, Sinovac, diprediksi baru diketahui setelah proses uji klinis fase III rampung.

Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio, uji klinis fase III vaksin Sinovac diperkirakan rampung pada rentang Februari - Maret 2021.

"Uji klinis fase III Sinovac diperkirakan rampung pada rentang Februari - Maret 2021. Kendati demikian, kami harus menunggu keterangan resmi dari World Health Organization [WHO]," kata Amin kepada Bisnis.com, Kamis (19/11/2020).

Sampai dengan saat ini, vaksin Covid-19 yang diuji di dalam negeri belum melewati fase uji klinis fase III. Dengan demikian, efikasi dari vaksin tersebut belum dapat ditentukan.

Adapun, dalam menilai efikasi terdapat beberapa endpoint yang bisa diukur; pertama, kadar antibodi melalui vaksin dan placebo; kedua, membandingkan jumlah orang yang tertular di antara kedua kelompok tersebut.

Dalam menilai efikasi, ada beberapa endpoint yang bisa diukur; pertama, dengan mengukur kadar antibodi dibandingkan antara vaksin dan placebo; kedua, membandingkan jumlah orang yang terltular di antara kedua kelompok tersebut, vaksin dan placebo.

Kemudian, lanjut Amin, efikasi vaksin Covid-19 juga ditentukan oleh tingkat penularan dari vaksin yang diuji cobakan. Salah satu indikator terpentingnya adalah tingkat proteksi. "Pasalnya, tidak semua antibodi bersifat protektif," jelas Amin.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada efek samping serius dari uji coba yang dilakukan berdasarkan laporan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI awal pekan lalu.

"Dalam pengamatan yang dilakukan terhadap kejadian ikutan pasca vaksinasi, terdapat sejumlah efek samping yang menjadi acuan, yaitu demam ringan, ringan dan agak lama, berat dan sebentar, serta berat dan lama. Dari pemantauan dalam beberapa bulan ini, belum ada yang ditemukan terkena efek samping serius," jelas Amin.

Dengan demikian, sambungnya, meskipun belum diketahui tingkat efektivitasnya, vaksin Sinovac untuk sementara waktu dianggap aman. Tren pengembangan vaksin Covid-19 ini diharapkan terjaga sampai dengan akhir fase uji klinis III.

Sebagai informasi, suntikan pertama vaksin Covid-19 dilakukan terhadap relawan pada Agustus 2020, sedangkan suntikan kedua dilakukan pada September 2020.

Mengacu kepada alur waktu tersebut, maka tingkat efektivitas vaksin Covid-19 Sinovac teoritis baru diketahui 6 bulan setelah penyuntikan, atau dalam rentang Februari-Maret 2021.

"Dengan demikian, distribusi vaksin pada kuartal II/2021 dinilai realistis. Sesuai dengan prediksi WHO, diperkirakan vaksin Covid-19 pada pertangahan 2021 baru available," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Sinovac
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top