Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dokter Tirta Tak Takut Kritik Gibran meski Teman dan Anak Presiden

Tirta secara terang-terangan mengkritik pemerintah pusat yang dianggap tebang pilih.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 November 2020  |  09:12 WIB
Relawan dokter Tirta - Instagram@drtirtaofficial
Relawan dokter Tirta - Instagram@drtirtaofficial

Bisnis.com, JAKARTA - Dokter Tirta tengah disorot lantaran kritikannya yang tajam terhadap Gubernur Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi.

Keduanya dianggapnya bertanggung jawab atas timbulnya kerumunan ribuan orang yang melanggar protokol kesehatan saat Indonesia tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19.

Ia mengaku tak segan untuk mengkritik.

 "Saya gak takut kok kritik anak presiden kalau buat kerumunan. Lha emang salah. Saya dicopot dari Satgas Juni 2020 karena rangkulan, walau maskeran, saya terima lapang dada! Sejak 2013 saya mualaf, guru ngaji saya Kiai Zum, ngajari saya banyak hal, salah satunya lapang dada," cuitnya di akun Twitternya, Selasa (17/11/2020) malam.

Tirta secara terang-terangan mengkritik pemerintah pusat yang dianggap tebang pilih. Saat Anies diperiksa polisi lantaran dianggap membiarkan kerumunan puluhan ribu orang di pesta kawinan anak Rizieq Shihab, di lain pihak, polisi tidak bertindak tegas terhadap Gibran saat mendaftarkan diri sebagai calon wali kota di KPU Solo pada 4 September 2020, yang juga dihadiri ribuan orang.

"Kalau mau bijak, tegas, ayo tegas semua. Jangan anak Presiden di Solo (dibiarkan). Habib Rizieq ditegur, semua ditegur," kata Tirta saat menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club yang tayang di TV One, Selasa (17/11/2020).

Karena beda perlakuan itu, terjadi perang Twitter antara pendukung Anies Baswedan, juga Rizieq Shihab, dan Gibran Jokowi.

Menurut Tirta, ia tak ragu mengkritik meski mengaku berteman dengan Gibran.

 "Kalau pemerintah bagus, kita apresiasi. Kalau gak tegas kita kritisi, kasih saran solusi. Saya gigi netral. Gak bawa-bawa cebong kadrun. Musuh kita: pandemi. Mas Gibran kawan saya, beliau sempat kolaborasi ama saya soal jaket buat Bapak. Tapi seorang kawan akan terus saling mengingatkan," cuitnya pada Rabu (18/11/2020).

Ia juga membalas cuitan pengguna Twitter yang menuliskan Anies Baswedan dikritisi lantaran kerumunan itu terjadi pada saat Jakarta masih diberlakukan PSBB.

"PSBB transisi jadi masalah Jakarta makanya kegoreng. Saat Gibran arak-arakan itu Solo setahu saya gak ada PSBB. Tapi, kerumunan ya tetap aja kerumunan. Hehehehe. Salam sehat sir. Tetap semangat," cuitnya lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi anies baswedan Gibran Rakabuming Raka

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top