Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Catat Rekor, Malaysia Lockdown Sebagian Besar Wilayah

Pembatasan yang akan berlangsung mulai 9 November hingga 6 Desember ini akan berlaku di negara bagian Kedah, Penang, Negeri Sembilan, Johor, dan Trengganu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 November 2020  |  19:16 WIB
Kasus Covid-19 Catat Rekor, Malaysia Lockdown Sebagian Besar Wilayah
Sejumlah warga berolah raga di taman kawasan Menara Berkembar Petronas (KLCC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (7/9/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Malaysia memberlakukan perintah pembatasan pergerakan masyarakat selama satu bulan ke depan di sebagian besar negara bagian, menyusul rekor kasus infeksi virus corona.

Dilansir dari Channel News Asia, pemerintah Malaysia mulai memberlakukan kontrol pergerakan bersyarat (conditional movement control order/CMCO) di semua wilayah kecuali tiga negara bagian di Semenanjung Malaysia selama empat pekan ke depan. Hal ini dilakukan menyusul lonjakan kasus virus corona pada Jumat.

Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri yakoob pada Sabtu (7/11/2020) mengaakan pembatasan yang akan berlangsung mulai 9 November hingga 6 Desember ini akan berlaku di negara bagian Kedah, Penang, Negeri Sembilan, Johor, dan Trengganu.

Sedangkan tiga negara bagian yang tidak terpengaruh oleh pembatasan tersebut adalah Kelantan, Perlis, dan Pahang. Adapun CMCO yang berlaku di Sabah, Selangor, Putrajaya dan Kuala Lumpur, yang semula dijadwalkan berakhir pada 9 November, juga diperpanjang hingga 6 Desember.

“Pemberlakuan CMCO ini akan memungkinkan Kementerian Kesehatan mencapai target skrining dan mengurangi pergerakan di masyarakat, selain menekan penyebaran Covid-19 di negara bagian tersebut,” ujar Menteri Ismail, seperti dikutip Channel News Asia.

Dengan pemberlakuan CMCO, semua sekolah, lembaga pendidikan tinggi, lembaga pelatihan keterampilan, pra sekolah., dan pusat tahfiz akan ditutup. Sementara itu, kegiatan keagamaan di masjid dan surau akan ditentukan oleh otoritas agama negara bagian.

Sementara itu, seluruh kegiatan sosial dan budaya termasuk di pusat hiburan dan klub malam juga dilarang beroperasi, namun kegiatan ekonomi dapat beroperasi seperti biasa sesuai dengan prosedur operasi standar yang ditetapkan.

Dilansir Bloomberg, Malaysia pada hari Jumat mencatat peningkatan kasus virus corona harian terbesar sejak wabah dimulai. meskipun ada pembatasan pergerakan yang lebih ketat.

Negeri Jiran tersebut telah berjuang untuk menahan peningkatan laju infeksi virus corona yang muncul sejak akhir September setelah pemilihan kepala daerah di Sabah. Pemerintah baru-baru ini memerintahkan sekitar 1 juta orang untuk bekerja dari rumah, dan melarang seluruh kegiatan sosial dan budaya untuk mengendalikan penyebaran.

Berdasarkan data Kementerian kesehatan Malaysian, kasus baru mencapai 1.000 selama lima hari berturut-turut pekan ini. Sementara itu, jumlah kasus baru pada Sabtu mencapai 1.168, dengan lebih dari setengah kasus berasal dari Sabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Virus Corona Covid-19

Sumber : Channel News Asia, Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top